« Home 

Friday, June 03, 2005 

negara kaya yg terbengkalai

Di banyak tulisan (hampir semua) yang menyinggung masalah sumberdaya alam di Indonesia sering kita temukan 'kata sakti' "Indonesia sebagai negara dengan sumberdaya alam yang sangat melimpah" (dalam berbagai macam redaksi yg berbeda). Tapi ternyata, sebagian besar orang2 Indonesia itu masih hanya sekedar bangga dengan kata2 sakti tersebut tanpa mau tahu harus kita apakan sumberdaya alam itu. Maka dari itu tidak heran kalau banyak sumberdaya alam kita yang rusak dan terbengkalai. Padahal kalau kita mau bersyukur, itu adalah modal dasar yang dianugerahkan Tuhan kepada kita secara gratis, dan itu adalah modal dasar yang sangat2 tidak terhitung harganya (maksudnya sangat berharga sekali). Saya yakin, banyak negara lain yang iri dengan anugerah yang melimpah itu bahkan mungkin ada juga yang memprotes Tuhan (mungkin lho), "kenapa semua kenikmatan sumberdaya alam harus diberikan kepada sebuah bangsa bernama Indonesia yang orang2 di dalam negara itu bingung bagaimana mengelolanya?"

Apakah benar kita bingung mengelola sumberdaya alam itu? Ya, ternyata benar. Buktinya? Buktinya ya bisa dilihat dengan mata telanjang, Indonesia adalah negara miskin, banyak hutang, banyak orang miskin, bahkan yang terbaru "masih ada penderita busung lapar". Padahal di negara tropis seperti Indonesia, tidak ada yang namanya musim dingin dan musim gugur, sepanjang tahun kita dapat bekerja dengan full memanfaatkan sumberdaya alam kita yang maha kaya itu. Tapi kenapa kita tidak melakukannya?

Masih ingat lagunya Koes Plus?

orang bilang tanah kita tanah surga
tongkat kayu dan batu jadi tanaman


Jadi apa dong yang harus kita lakukan supaya tidak terus bingung dengan kekayaan sumberdaya alam kita? Gampang saja. Kekang nafsu kita untuk terus menjadi pengekor negara2 industri. Kita ini negara agraris dan maritim bung! Kenapa kita begitu tega menyulap sawah yang subur menjadi pabrik? Sementara di tempat lain kita begitu bodohnya bernafsu mengubah lahan gambut menjadi sawah dengan biaya yang begitu mahal (mungkin anda masih ingat dengan proyek lahan gambut sejuta hektar di jaman Pak Harto masih berkuasa)? Kita sudah dikasih sawah yang gratis oleh Tuhan, kenapa harus bikin sawah yang mahal? (kabar terakhir yang pernah saya baca, proyek lahan gambut sejuta hektar ini bukannya berhasil membuat sawah malah berakibat merusak lahan gambut yang ada karena perencanaan yang tidak karuan dan amburadul). Kita sudah punya sawah buat menanam beras ketan, kenapa kita harus bikin pesawat untuk ditukar dengan beras ketan? Bodoh benar kita.

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Previous posts

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares