« Home | Kecanduan Internet? » | Apa hobby dan cita-cita mu? » | Presiden, DPR dan Partai » | Hi DPR! » | Gaji ke-13, siapa takut! » | Maunya koq seragam sih... » | Jakarta banjir di musim kemarau? » | susah login ke blogger.com » | Pemanasan Global » | Hari ini rindu Bandung euy! » 

Thursday, July 21, 2005 

Diundang makan malam

Malam ini pkl. 22.30 baru pulang dari Finkenwerde, habis diundang makan malam oleh keluarga Mas Siswono (mantan karyawan IPTN yang sekarang bekerja di Air Bus Hamburg). Wah mantab sekali deh masakannya, apalagi selama bulan Juli ini kan kalau makan selalu sendiri (maklum sedang jadi pria kesepian alias jomblo). Di sana ada juga keluarga mas Edvin, peneliti BPPT yang sedang jadi peneliti tamu di Max Planck Institute dan keluarga Mas Donny yang juga mantan karyawan IPTN yang sekarang kerja di Air Bus.

Menu masakannya bermacam-macam, ada bakso tahu (bener kan ya namanya?) yang sedap (perasaan lebih sedap daripada yang dijual di Bandung deh!), ada lodeh nangka, perkedel jagung, cah jamur, dan masih ada beberapa lagi yang saya nggak tahu apa namanya. Eh iya, nggak ketinggalan juga mie bakso dan tentu saja kerupuk putihnya. Wah, pokoknya menunya benar-benar mantab man! Benar-benar bersyukur deh hari ini bisa menikmati suasana makan yang enak dengan makanan yang lezat pula.

Meskipun hidup jauh dari Indonesia, kebanyakan kita masih memakan makanan Indonesia yang rasanya masih sangat khas di lidah. Mencari bumbu-bumbu dan segala pernak-pernik untuk membuat masakan Indonesai pun sekarang tidak susah di Hamburg karena sudah ada Toko Indonesia yang khusus menjual segala macam barang produksi Indonesia. Mulai dari bumbu-bumbuan, daun singkong, kerupuk, ikan asin, sambel, teh celup sampe teh botol sosro pun ada.

Orang Indonesia yang tinggal di Hamburg menurut kabarnya mencapai ribuan jumlahnya. Sebagian besar dari mereka adalah abang-abang mantan pelaut. Sisanya ada mantan karyawan IPTN yang bekerja di Air Bus, mahasiswa/i, ibu-ibu yang bersuamikan orang Jerman, dan lain-lain. Biasanya kita suka saling ketemu setahun sekali pada perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI di KJRI. Untuk yang beragama Islam kadang-kadang kita ketemu setahun sekali atau dua kali pada hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, atau jika kita aktif di pengajian bulanan bisa ketemu setiap bulan.

Untuk pengajian bulanan ini ada organisasi resmi yang tercatat di pemerintah Jerman yang mengkoordinirnya yaitu Indonesisches Islamisches Centrum e.V. Lain waktu nanti saya akan coba ceritakan tentang organisasi ini dan segala kegiatannya secara lebih detail. Dan mungkin juga organisasi-organisasi lain yang ada di Hamburg seperti Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI).

Baiklah, rasanya sudah terlalu larut untuk menambah baris cerita (sekarang sudah pkl.23:41, waktunya shalat Isya). Selamat beristirahat untuk semuanya, semoga esok hari dibangunkan-Nya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan penuh semangat.

Cie..cie yang makan enak tadi malam... Cukup dong untuk menghilangkan rasa sedih karena enggak bisa ikutan Istri dan anak ke Indonesia, alhasil dapat undangan makan Indonesia...hihihihi
Cuman enggak ada Sate Padang yah mas...atau Sate Hadori Stasiun Bandung...hihihi

*slurrp* n *ngiler* klo baca soal makanan. iya loh mas soal rasa makananan indon manstab bener de.

ngomong ya2ng n anaknya mas agus kapan balik nie? asyik de pasti dibawain rupa2 dari indon *slurrp lagi*

met wiken ya mas *cheers*

@mala: sate padangnya nggak ada La, soalnya yg masak wong Jowo.

@familjen dettmer: istri dan anak balik ke hamburg tgl.8 agustus, 2 minggu lagi mbak. Met week end juga ya mbak.

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares