« Home | rapor hasna » | percontohan » | Fliegen zum Taxipreise » | Roma kota Romawi dan Venesia kota Air » | pesta musim panas "Indianer" » | ni londo dapet hadiah » | WWF dan seafood » | negara anggota OPEC koq ngantri BBM » | tentang sektor kelautan » | beberapa keajaiban air » 

Wednesday, July 06, 2005 

gosip BBM

Ini ada info dari milis GM tentang pendapat seorang guru besar ITB (R.P. Koesoemadinata) mengenai kelangkaan BBM di Indonesia. Berikut kutipannya (setelah ada sedikit pengeditan bahasa ke arah bahasa Indonesia yang menurut saya 'agak' lebih baik dan benar... maaf ya Pak Guru Besar, bukan saya ngeledek lho tapi emang perlu diedit dikit koq...) :

Saya mempunya teori lain mengenai kelangkaan BBM premium ini, yang saya sebut sebagai teori konspirasi Pemerintah-Pertamina.

Sebagai mana kita maklum hanya selang 2-3 bulan saja (sejak berkuasa), pemerintah telah menaikkan harga premium dengan maksud untuk mengurangi subsidi. Ini dilakukan pada saat harga minyak mentah dunia sekitar USD 25-30/barrel (kalau nggak salah pas BBM dinaikkan, harga minyak mentah sudah mencapai level USD 50/barrel deh Pak?) . Sekarang dengan meningkatnya harga minyak secara tiba2 hingga USD 60 barrel, maka kenaikan harga premium yang telah dilakukan pemerintah praktis tidak ada artinya lagi bagi APBN. Untuk menaikkan lagi harga premium tentu akan berarti bunuh diri politik alias tidak mungkin. Maka cara lain yang ditempuh adalah dengan mengkebiri dan memperlambat uang subsidi pemerintah ke Pertamina, sehingga supply minyak Pertamina tersendat-sendat. Akibatnya terjadi kelangkaan premium dimana-mana (yang juga mulai terjadi di Bandung dan Jakarta). Anehnya, tidak ada berita mengenai kelangkaan pertamax, sehingga menimbulkan dugaan akan adanya konspirasi untuk mendorong pengguna kendaraan bermotor, terutama mobil sedan, untuk menggunakan pertamax daripada harus ngantri premium. Kelihatannya premium nantinya akan di-phase out, karena selain subsidinya membengkak juga tidak ramah lingkungan karena masih menggunakan timbal.

Ada berita katanya kilang di Dumai rusak. Dan rekayasa ini sudah mulai membuahkan hasil, karena menurut koran sudah banyak pengguna mobil yang berpaling menggunakan pertamax, yang tidak mempunyai masalah kelangkaan dan konon katanya ramah lingkungan. Maka kalau nantinya semua sudah menggunakan pertamax maka jelas subsidi BBM akan sangat berkurang. Pemerintah berhasil menaikkan harga BBM tanpa terjadinya demo.

Ini kan suatu kebijakan yang jitu. Jika tidak mampu beli pertamax ya silahkan ngantri premium yang makin lama makin panjang antriannya karena makin langka. Dan kelihatannya orang akan lebih senang membayar lebih mahal beli pertamax daripada ngantri. Kelihatannya pemerintah tidak panik dengan "krisis BBM", bahkan mungkin senyum2 saja. Mengurangi subsidi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Tetapi ini hanya sekadar "teori" saja, wallahu a'lam. Apakah memang pemerintahan SBY sedemikian lihainya? Mungkin saya yang salah.

hihihi...
Di mana-mana selalu ada aja teori konspirasi ya? tapi kalau memang supaya bensin yang mengandung timbal dikurangi pemakaiannya di Indonesia, sebenernya ya nggak perlu konspirasi-konspirasian Pak. Bikin aja aturannya dan laksanakan dengan baik dan benar!

btw... gambarnya lumayan juga ya...

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares