« Home | Selamat... » | Breaking News: Generasi Tulalit » | Koleksi perangko bekas dan kartu pos » | Gempita menjelang Piala Dunia 2006 » | Agustusan di luar negeri » | kampanye terumbu karang » | turut berduka cita » | tips matlab (2) - baca/simpan bagian 1 » | tips matlab (1) » | kata presiden: "hemat pemakaian BBM" » 

Sunday, July 10, 2005 

Inpres Hemat Energi Dikeluarkan

Hari ini Instruksi Presiden mengenai Penghematan Energi diterbitkan di Jakarta *aneh ya... hemat energi saja harus dikasih instruksi*. Semua pihak supaya menghemat segala jenis pemakaian yang ada hubungannya dengan energi seperti listrik dan bahan bakar minyak. Buat PNS yang suka pakai jas, diharap ganti dengan memakai kemeja biasa supaya AC-nya di kantor tidak perlu diset terlalu dingin *kalau perlu tidak usah pakai AC* Pemakaian listrik dan bahan bakar di kantor-kantor pemerintah supaya lebih diefisienkan.

Apakah mungkin itu kan terjadi? Kalau harga BBM masih dimurahkan *masih disubsidi maksudnya*, mana ada orang yang mau berhemat? Boros saja masih bisa beli BBM kok! *kan disubsidi, tinggal sedikit 'ngantri' saja*

Tapi *asli* sebenarnya saya bingung kalau orang-orang sedang membicarakan subsidi BBM. Kenapa subsidi BBM masih harus terus dipertahankan? apalagi kalau subsidinya sudah keterlaluan seperti sekarang ini. Kesannya manja sekali ya orang-orang yang tinggal di Indonesia?. Eh tapi jangan pada manyun dulu ya! Sungguh! saya tidak tahu secara jelas dasar perhitungan dan alasannya kenapa BBM harus disubsidi sebegitu besar?. Kalau ada yang tahu sejelas-jelasnya, tolong saya dikasih pencerahan.

Kalau menurut saya, kurangi saja sebanyak dan sebesar mungkin subsidi BBM. Otomatis kan nanti, kalau harga BBM menjadi mahal, orang akan berpikir berkali-kali jika hendak berboros-borosan. Selain itu, pemerintah juga harus bisa menciptakan transportasi umum yang lebih efektif dan efisien. *angkutan kota (angkot) itu menurut saya kurang efisien, ukurannya terlalu kecil, jumlahnya terlalu banyak, suka membuat macet, dan banyak yang sudah tua ('angkot jadul') yang boros dalam pemakaian BBM*

Mungkin memang awalnya akan terasa berat, tapi kan memang yang namanya perubahan, pasti ada masa-masa tidak enaknya *dari era ORBA ke reformasi saja tidak enak awalnya*. Kita saja dulu ketika baru lahir belum bisa apa-apa, tidak enak, bisanya hanya menangis kalau ada apa-apa! Tapi coba lihat sekarang? sudah jago ngeblog!

Harus ada perubahan yang benar dan terencana dengan baik mulai dari sekarang juga. Jangan hanya bertumpu pada program tambal sulam. Anda bisa membayangkan kan yang namanya tambal sulam? Seperti baju kita, jika ada yang sobek ditambal, nanti jika ada yang sobek lagi di tempat lain ditambal lagi, terus seperti itu. Bajunya tidak akan menjadi lebih bagus, justru akan menjadi banyak tambalan di sana-sini yang tidak karuan. Kenapa tidak sekalian saja kita beli baju baru? baju yang sudah sobek-sobek dibuang saja, ganti dengan yang baru. Ada yang manyun sambil berkata: "kalau tidak punya uang?". Benar-benar tidak punya uang atau tidak mau keluar uang? Kalau memang benar-benar tidak punya uang, ya harus berusaha supaya bisa mendapatkan uang!

Yang jelas, kalau kita mau mencermati dengan secermat-cermatnya, keluarnya Inpres mengenai Penghematan Energi ini bukan karena alasan apa-apa, alasan utamanya adalah karena subsidi BBM yang terlalu gila-gilaan! Bayangkan saja, separuh harga BBM disubsidi oleh pemerintah, bagaimana tidak berat beban APBN? Coba cermati apa kata Sri Sultan Hamengkubuwono X berikut ini (saya kutip dari detik.com Minggu, 10 Juli 2005 *yang tidak bisa di copy-paste*) :

komentar HB X

Semua yang terjadi di Indonesia akan bergantung pada sikap dan komitmen seluruh rakyat Indonesia. Mengandalkan semuanya pada aksi Tuan Presiden tidak akan merubah apapun *apalagi kalau Tuan Presidennya suka bikin janji gombal, sementara itu para pembantunya adalah tokoh-tokoh yang 'pemalu' dan 'penakut' tidak berani kasih komentar atau menegur kalau presidennya lupa atau tidak konsisten dengan janjinya*. Selama rakyat adem ayem, nrimo, dan tidak mau tegas berkomitmen demi masa depan mereka yang lebih cerah, selama itu pula mereka yang akan menerima akibatnya.

Masa depan bukanlah sesuatu yang instan *hari itu dikerjakan dan hari itu juga kita mau hasilnya*, semua perlu proses dan pengorbanan. Tidak bisa dengan bermanja-manja dan cengeng. Dan masa depan kita semua tidak bisa hanya disandarkan kepada seorang figur seperti Tuan Presiden. Semua harus terlibat secara aktif, termasuk berani menegur Tuan Presiden dan para koleganya jika tidak sesuai harapan kita. Peribahasa luhur mengatakan: "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Seluruh negeri di dunia ini, yang saat ini rakyatnya sudah menikmati kemakmuran, telah membuktikan sendiri arti peribahasa luhur tersebut, kenapa kita tidak?

Halo Mas, salam kenal yah. Komentar saya simpel saja. Silahkan bilang sama yang kemaren hajatan di Bogor :)

Liat berapa banyak orang nginep di hotel dan disubsidi oleh pemerintah (karena ternyata sebagian mendaftar atas nama instansi)... eh maksud saya disubsidi rakyat.

Iya deh, nanti saya mau bilang sama Tuan Presiden supaya jangan hanya asal janji saja bisanya tetapi tidak memberi contoh yang konkrit.

Btw. thanks sudah mau mampir dan kasih komentar.

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares