« Home | Fliegen zum Taxipreise » | Roma kota Romawi dan Venesia kota Air » | pesta musim panas "Indianer" » | ni londo dapet hadiah » | WWF dan seafood » | negara anggota OPEC koq ngantri BBM » | tentang sektor kelautan » | beberapa keajaiban air » | sejarah terbentuknya laut » | model numerik utk oseanografi » 

Wednesday, July 06, 2005 

percontohan

Kemarin saya teringat sama e-mail dari seorang kawan yang bercerita bahwa saat ini dia sedang mengerjakan sebuah proyek percontohan. E-mail tersebut, pada saat itu juga, langsung saya balas dengan sebuah pertanyaan: "kenapa kita tidak maju-maju? setiap kali ada program atau proyek, selalu disebut program/proyek percontohan? Kenapa tidak sekalian saja dijadikan suatu proyek yang real yang berlaku dalam skala yang luas, bukan hanya di daerah percontohan.

Dulu sewaktu saya masih tinggal di Bandung, selalu melewati Jalan Taman Makam Pahlawan kalau pulang ke rumah. Di pinggir jalan itu terpasang tulisan "daerah percontohan tertib lalu-lintas" (meskipun tidak tertib juga kenyataannya). Di Jakarta saya juga pernah melihat tulisan seperti itu, dan mungkin di kota-kota lain juga ada tulisan seperti itu. Ada juga tulisan: "daerah percontohan program kali bersih" dan lain-lain. Pokoknya semua serba percontohan.

Yang menjadi keheranan saya adalah bahwa tulisan tersebut sudah saya temukan sejak saya mulai bisa membaca (umur 6 tahun) sampai saya sudah bekerja (di atas 30 tahun). Artinya, selama 25 tahun itu orang-orang tersebut masih saja terus berkutat pada skala percontohan. Padahal seharusnya waktu 25 tahun adalah waktu yang cukup untuk meningkatkan status dari hanya sekedar percontohan ke tingkatan yang lebih dari itu. Seharusnya tidak perlu lagi ada daerah percontohan dalam waktu selama itu, tetapi semua daerah sudah menjadi daerah yang tertib lalu-lintas misalnya.

Apakah gerangan yang membuat orang-orang suka menggunakan kata "percontohan"? Dugaan saya, hal ini ada kaitannya dengan lebih mudahnya kita mendapatkan dana jika menggunakan kata "percontohan". Seorang kawan di tempat kerja di Jakarta pernah juga membuat sebuah proyek yang diberi judul yang mengandung kata "percontohan" dan ternyata memang berhasil lolos dan mendapatkan dana ratusan juta rupiah. Namun sayangnya, proyek percontohannya tersebut ternyata gagal dan tidak layak untuk dicontoh.

Hari gini masih ngerjain proyek percontohan! desigh...

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares