« Home | Kalau » | Seandainya... » | Mari Berbagi Kemerdekaan » | HUT RI dan loncatan kuantumku » | Negara kesatuan dan separatisme » | Staf ahli, staf khusus dan PNS » | Nasir dari Bone » | Ketika rumah bak penjara » | Kembali ke Kehidupan Nyata » | Wajah Baru » 

Friday, August 26, 2005 

Komputer Amphibix

Banyak komputer yang dipasangi 2 sistem operasi oleh pemiliknya, linux dan windows. Saya menyebutnya sebagai komputer amphibix, dari kata amphibi ditambah huruf x supaya ada kesan teknologi informasi, yaitu komputer yang hidup di dua sistem operasi.

Kenapa harus 2 sistem operasi? saya kurang tahu. Tapi komputer saya dahulu di Bandung juga punya 2 sistem operasi, karena saya ingin tahu seperti apa sebenarnya linux. Sayangnya, saya lebih banyak berkegiatan di windows daripada di linux, dan malas untuk reeboot kalau mau mencoba-coba linux.

Di Jerman ini, saya kembali harus hidup di 2 sistem operasi, windows dan linux. Windows untuk komputer di rumah dan linux untuk komputer di tempat kerja di universitas. Sebenarnya tidak masalah, saya sudah terbiasa dengan 2 sistem operasi ini sejak dulu. Kalau mau kerja remote ke komputer di universitas, sebatas tidak pakai x-window, ya tinggal pakai putty. Kalau terpaksa harus menjalankan aplikasi dengan x-window, supaya display bisa muncul di layar komputer di rumah ya tinggal pakai x-windownya cygwin. Jadi sebagai pengguna setia windows di rumah, saya tidak perlu merubah komputer yang ada menjadi komputer amphibix. Alasannya sederhana saja, saya bukan tukang oprek komputer. Selain itu, saya lebih banyak berkecimpung dengan perangkat lunak yang berbasis windows kalau pakai komputer di rumah.

Kalau di universitas pakai linux, itu juga tidak masalah, karena peran saya hanyalah sebagai pengguna biasa. Perintah-perintah yang harus saya kuasai pun tidak terlalu kompleks. Kebanyakan hanyalah perintah-perintah dasar yang sederhana, mudah diingat dan mudah pula dipelajari. Urusan-urusan yang rumit sudah diatur oleh para administrator yang handal dan profesional.

Kalau masalah keamanan komputer, sejauh ini saya tidak punya masalah baik di windows maupun di linux. Menurut saya, apapun sistem operasinya, semuanya punya kekurangan disamping kelebihannya. Tinggal bagaimana kitanya saja untuk selalu berhati-hati. Kalau di rumah, komputer saya lengkapi dengan antivirus yang akan selalu terupdate, firewall pun tak lupa dipasang. Juga perangkat lunak keamanan lainnya. Akses-akses yang tak perlu pun selalu dihindari. Kalau di universitas, tenang saja, semua sudah diurus sama om admin. kita tinggal jadi user yang baik saja.

Yang penting kalau ditelp istrinya setiap saat soal komputer bisa jawab ya, soalnya tahunya suami bisa komputer, bisa apa aja, jd males belajar sendiri .... hehehe

Klo ditelpon istri tinggal idupin Comp2Phone. (ini gw ngarang) Wajah istri muncul dan tinggal nanya ada apa. Artinya semua pekerjaan tetep dikerjakan via Windows.

About intimate activities? Masa sih di Windows? Ntar diliat tetangga loh. Huahauhuaaa...

@ricorea: hehehe... windows-nya ditutup dulu gordennya...

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares