« Home | Komputer Amphibix » | Kalau » | Seandainya... » | Mari Berbagi Kemerdekaan » | HUT RI dan loncatan kuantumku » | Negara kesatuan dan separatisme » | Staf ahli, staf khusus dan PNS » | Nasir dari Bone » | Ketika rumah bak penjara » | Kembali ke Kehidupan Nyata » 

Friday, August 26, 2005 

Lagi-lagi OSPEK

Heran, itu kesan pertama di setiap tahun ajaran baru di Indonesia. Apa yang bikin heran? Apalagi kalau bukan OSPeK (Orientasi Studi Pengenalan Kampus, selanjutnya disingkat OS aja ya supaya nggak terlalu panjang). Selalu aja ada berita tentang mahasiswa korban kerasnya OS (batu kali, keras). Yang tambah bikin heran lagi, kalau nggak salah di SMP dan SMA juga sekarang ada kegiatan semacam OS. Mudah-mudahan anak-anak TK dan SD nggak ikutan niru juga ya, bisa gawat!

Saya dulu juga ikut OS (baik yang barengan sekampus maupun yang himpunan), dan saya juga pernah ikut nge-OS (hanya yang himpunan). Memang kadang-kadang ada juga senior yang suka kebangetan. Baik itu kebangetan usilnya, maupun kebangetan nyiksanya. Saya juga nggak tahu, kenapa ya dulu saya mau ikutan OS? Pingin nyobain rasanya kayaknya deh.

OS itu, kalau menurut saya, rasanya nggak enak, tapi bisa bikin ngakak kalau diceritain lagi. Kadangkala, tak cukup waktu semalam untuk bernostalgila tentang OS. Mungkin itu yang bikin para senior ketagihan dan nggak mau menghapuskan OS begitu saja. Sama kasusnya seperti korupsi di negeri kita, mana mau para koruptor menghapuskan korupsi, lha wong enak je. Jadi sebenernya, manusia itu kalau dipikir-pikir ya sama aja sifat dan kelakuannya ya? (nggak semua sih, tapi rata-rata). Jadi kalau sesuatu yang enak-enak (menurut mereka) mau dihapusin, pasti aja selalu susah dan ada aja alesannya. Selalu maunya dipertahankan. Sudah tradisi, begitu katanya (kaya iklan biskuit aja ya?).

Kalau buat saya, yang alhamdulillah berbadan sehat, OS seberat apapun (asal nggak bikin celaka badan) nggak jadi masalah. Paling-paling lemes dan pegel-pegel dikit, ditambah sedikit luka-luka kecil di sekujur badan akibat disuruh push-up mengepal di jalan beraspal atau berkerikil tajam, atau berguling-guling di tanah lapang gundul yang keras di musim kemarau dan becek di musim hujan, atau kaki yang lecet karena harus pakai sepatu lapangannya para tentara yang berat dan keras, atau kulit yang terbakar disengat matahari tropis yang panas. Kalau omelan para senior (dulu di jaman saya OS disebut Jendral dan Jendril) ya tinggal dimasukkin telinga kiri dan keluarin telinga kanan ajalah, karena banyak yang isinya nggak jelas dan nggak perlu dimasukkin ke otak atau ke hati. Hampir semua kegiatan OS, menurut apa yang saya rasakan sebagai peserta dan panitia, latar belakangnya hanyalah usil dan ngerjain. Ada memang materi seriusnya, tapi porsinya ya sedikit banget lah. Lagian kalau udah masuk materi serius, paling enak ya tidur. Jadi kalau ada yang bilang OS itu bermanfaat, gini, gitu, dst...dst.. itu biasa, hanya alasan yang banyak dipaksakan supaya OS nggak dihapusin.

"Jadi, perlu nggak OS dihapusin?"

Ya tergantung. Kalau masih kepingin punya hiburan lain daripada yang lain di tahun ajaran baru dan pingin punya nostalgia yang kalau diceritain dan dikenang ulang bisa bikin senyum dan bahkan ngakak, ya jangan dihapusin. Tinggal tahu diri aja buat mereka yang memang berbadan kurang sehat dan punya penyakit serius (seksi mampus dulu istilahnya dalam OS yang pernah saya alami). Tahu diri di sini maksudnya ya ngomong jujur sama panitia kalau punya penyakit gawat, kalau perlu yang nggak usah ikutan OS, toh OS juga nggak masuk dalam daftar kuliah pilihan atau wajib. Istilahnya harus punya prinsip gitu lho! Harus bisa memilih: "Ikut OS dan mampus!" atau "Nggak usah ikut OS dan ngapain dipikirin!"

Tapi kalau udah nggak perlu hiburan-hiburan macam gitu lagi, ya hapusin aja. Cuman ya siap-siap aja, para senior pasti nggak rela deh OS dihapusin begitu aja. Pokoknya nggak rela aja! Ya tinggal gimana caranya para mahasiswa bisa bersatu, menuntut supaya OS dibubarin! Sekali-kali perlu kan mahasiswa demo buat membela kepentingan mahasiswa sendiri (meskipun yang didemo juga mahasiswa, yaitu para seniornya). Jangan bisanya hanya demo buat kepentingan rakyat aja. :)

tradisi OSPeK itu kayaknya dari Amrik ya? di sana ada juga, aku lupa namanya... kalau di Jerman sih kayaknya gak ada ya? Paling utk perhimpunan mahasiswa tertentu... tapi utk mahasiswa biasa gak ada... zum Glück hehehe... ;)

Jendral (Kambing): (Lagi makan rumput)
Someone Out There (SOT): Kalian tidak boleh posisinya lebih tinggi dari jendral.

Gw: (Monyet, dalem ati) Ane lebih rendah dr kambing? Hhehehee...

SOT: Kmu cinta Ibu Pertiwi?
Gw: Cinta.
SOT: Buktikan cintamu dgn mencium Ibu Pertiwi spt kmu mencium pacarmu.
Gw: Tp saya sudah menidurinya.(Sableng gw kumat)
SOT mendekat: *Bum...bam...bum...bam*
Gw: SOAK!!!!

Huahuahuauaaa...
Old memory belasan taun yg lalu.

Terima kasih buat mengingatkannya kembali.

waktu jaman ospek, saya termasuk idola para senior, maklumlah orang dikampus saya jarang orang pendatang. ada satu senior yang emang udah ancang2 mo ngerjain saya, pas dia marah2 kok sayanya ndak nangis2...ealah, malah gantian dianya yang nangis karena kesel yang dikerjain berhati baja...hahaha

btw. terima kasih ya pak ucapannya :)

untung ane dak pernah kuliah :)

@ni londo: beruntung ya nggak ada OS ya. Mungkin perlu studi banding ke Indonesia untuk kemungkinan menerapkan OS di Jerman hehehe...

@ricorea: itulah keusilan dalam OS. Di jaman saya, ayam di angkat menjadi kolonel, sementara peserta OS berpangkat kopral. Kopral harus memberi hormat kepada kolonel, sementara kolonel sedang asyik mematuk jagung di tanah. Sebelum jagung habis, kopral tak boleh berhenti memberi hormat ke kolonel. Dalam memberi hormat, posisi kopral harus lebih rendah dari kolonel, artinya kopral harus tengkurep.

@hani: waduh, enaknya jadi junior idola para senior...

@kusaeni: para mahasiswa nggak kurang akal, mereka menurunkan ilmunya ke anak-anak SMA supaya ikutan bikin OS di SMA. hehehe...

Ospek itu gak penting dan enggak mutu, cuman menghabiskan waktu, dan sekarang ospeknya juga terlalu over arah kekerasan
Sekarang buat apa mahasiswa demo ttg HAM wong buktinya aja dalan lingkungan akademis aja HAM aja masih suka dilanggar dengan Ospek itu....

@mala: demo HAM-nya kan buat rakyat... hehehe...

emang mahasiswa bukan rakyat? emang yang di ospek bukan rakyat...

@mala: hahahaha... tanya aja sendiri sama mahasiswa:

"kamu rakyat ya?"

"bukan, saya mahasiswa jurusan tanah abang, pembela kepentingan rakyat!

hahahaha...

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares