« Home | Zaman Batu dan Pornografi » | Sering Ngibul Siih! » | Nduableg dan Nggak Mutu » | Word's file corrupt! » | Posting dgn Firefox » | Hari ini aku berpuisi » | Mood yang Hilang » | Amerika dan Papua » | Ali... Ali... » | Firefox vs IE » 

Saturday, August 06, 2005 

Perempuan dalam Islam

Kali ini saya ingin memuat e-mail dari seorang kawan (Dr. Mufti P. Patria) di milis IIC e.V. mengenai Perempuan dalam Islam. Mudah-mudahan isi dari e-mail ini bermanfaat.

Kaum feminis mengatakan bahwa menjadi perempuan dalam Islam amatlah susah dan terkekang, lihat saja peraturan dibawah ini:
  1. Perempuan auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
  2. Perempuan perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  3. Perempuan saksinya kurang dibanding lelaki.
  4. Perempuan menerima pusaka kurang dari lelaki.
  5. Perempuan perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  6. Perempuan wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat kepada isterinya
  7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
  8. Perempuan kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.
makanya mereka tidak pernah lelah untuk berpromosi memerdekakan kaum perempuan Islam.

Pernahkah kita lihat hal sebaliknya atau kenyataannya?
  1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti, intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perumpamaan aurat seorang perempuan.
  2. Perempuan perlu taat kepada suaminya, tetapi laki-laki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang perempuan?
  3. Perempuan menerima pusaka kurang dari laki-laki, tetapi harta itu menjadi milik pribadi dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara itu manakala lelaki menerima pusaka, maka ia harus menggunakannya untuk isteri dan anak-anaknya.
  4. Perempuan perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, akan tetapi setiap saat dia akan selalu didoakan oleh semua makhluk Allah di muka bumi dan malaikat, dan jika ia mati karena melahirkan, maka matinya adalah syahid.
  5. Di akhirat kelak, laki-laki akan diminta pertanggungjawabannya terhadap 4 hal yaitu isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
  6. Sementara itu seorang perempuan, tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang laki-laki yaitu suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya dan saudara laki-lakinya.
  7. Seorang perempuan boleh memasuki pintu surga melalui mana-mana pintu surga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja yaitu sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat pada suami, dan menjaga kehormatannya.
  8. Seorang laki-laki harus pergi berjihad fisabilillah, tetapi perempuan jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah, akan turut menerima pahala seperti pahala orang yang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya Allah, demikian sayangnya Allah kepada kaum perempuan.

Saya bukan penganut aliran feminis dan sering juga suka sebel ama mereka, tapi sekedar bagi info aja, setahu saya argumentasi mereka justru akan marah dengan point pertama: mereka akan protes keras karena disamakan dengan "benda yang mahal", nah ini kan berarti mereka (atau aurat mereka, yang menjadi "pars pro toto") dianggap sebagai "benda", sebagai "object" yang harus dikontrol... yang harus dijaga baik2... di atas kontrol laki2 tentunya... beda ama laki2, perempuan dianggap sebagai (atau mempunyai sebuah) object yg harus dijaga usw. dulu, baru sebagai individu...

point kedua oleh pihak mereka akan dikritik juga, kalau laki2 harus taat ama ibunya, dan seorang perempuan harus taat sama suaminya, secara psikologis (dan itu sudah jadi fakta empiris dalam ilmu psikologi) sering si istri bisa menjadi objek utk agresi si laki2, karena dia kalau menghadap sang ibu tidak berdaya dan harus taat, jadi istrinya jadi kambing hitamnya, terhadap dia dia boleh macem2, paling ya kalau tetap dalam privacy mereka, dan si istri tidak berdaya terhadap suaminya... dan rasa malunya akan membuat dia tidak bisa mencari bantuan dari pihak di luar keluarganya (dalam sistem sosialnya Timur Tengah). Sering dikutip juga sebuah statistik, yang menurutnya secara universal biasanya laki2 lebih sering bunuh diri daripada perempuan. Tapi di negara yang sangat konservatif struktur patriarki ditambah dengan "legitimasi" Islam, jauh lebih banyak perempuan yang mati bunuh diri.

ya kira2 gitu argumentasi mereka... saya juga tak tahu secara mendetail, cuman itu yang masih teringat.

Ni Londo

Nachtrag.... argumentasi di atas itu argumentasi feminis bule... yang tidak tahu detail2 Islam (misalnya ttg pahala ibadah usw.)... rasanya feminis yang dimaksud dalam posting Mas Agus itu feminis dari kalangan Islam juga ya?

Ni Londo

Iya. Di kalangan Islam sendiri kan banyak para feminis.

apakah para feminis dari kalangan Islam juga mengkritik konsep Tuhan yang menurut mereka terlalu "maskulin" walaupun dalam teori tentu saja Tuhan itu bukan feminin dan bukan maskulin, tapi dalam imaginasi manusia toh sifat2 Tuhan itu lebih cenderung mirip sifat seorang ayah, pokoknya maskulin gitu... nah dalam agama Kristen kan ada juga feminis yang mengritik konsep Tuhan selama ini terlalu maskulin.. trus mereka mencoba menyusun sebuah teologi yang lebih bersifat "feminin", Tuhan bukan sebagai ayah, tapi juga sebagai seorang ibu...

tapi saya gak tahu gimana argumentasi mereka, soalnya selama ini gak pernah tertarik... rasanya terlalu nyentrik banget deh dalil2 mereka...

Ni Londo

Kebanyakan kaum feminis Islam yang ada lebih memfokuskan kegiatan atau tuntutannya kepada hal-hal yang berkaitan dengan kesetaraan jender seperti bisa menjadi imam dan khotib seperti halnya kaum lelaki (pada kegiatan ibadah yang jemaahnya kaum lelaki), menuntut warisan dengan jumlah yang sama, dan masih banyak lagi. Gerakan ini juga mulai tumbuh di organisasi-organisasi Islam yang ada seperti Muhamaddiyah dan NU.

Oh tentu saja menjaga aurat itu penting bagi perempuan Islam. dan memang Aurat itu merupakan benda termahal yang tidak pernah di miliki laki-laki.. sehingga dalam Alquran Perempuan Islam sebaiknya itu berhijab. Dan Saya pikir Feminis Muslim tidak pernah merasa marah atas itu, karena dalam ajaran Islam diwajibkan bagi perempuan selalu menjaga auratnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Jadi Aurat bagi Perempuan Islam merupakan benda paling berharga, karena sesungguhnya disitulah perhiasan perempuan sesungguhnya...

kalau perempuan mau hidup selamat dunia dan akhirat gak perlu pake fakta empiris n ilmu psikologi segala karena sang pencipta lebih tau bagaimana cara mengatur kehidupan perempuan n laki-laki jadi tidak perlu istilah intimidasi,agresi dkk..bukankah laki-laki n perempuan diciptakan utk saling tolong menolong dan saling melengkapi jadi tunggu apalagi mari bahu membahu membangkitkan umat...allahuakbar

yang kita selam ini adalah benturan pemikira yang tiada henti hentiya. bahkan saking menghambanya pada pemikiran, secara tidak sadar atau tidak kita seringkali berbenturan dengan konsep agama. mungkin salah satu contohnya, ya femiminisme ini. bukankah sebaiknya kita bertanya dulu SEJAUH MANA KITA TAHU TENTANG ISLAM? baru kita memberi komentar dan berpendapat. karena nyatanya kia memang tidak tahu apa-apa tentang agama kita sendiri. bahkan hanya sekelumit dari kulit agama yang kita tahu kita sudah berani menggugat. padahal Allah telah menyempurnakan agama dan nikmatnya bagi kita(al-maidah:3). ini semua adalah bagian dari keterbatasan manusia sebagai makhluk terbatas untuk mencapai ketidakterbatasan. tapi kebanyakan kita terlalu angkuh untuk menyadarinya.

savik"SIRO"

ketika hukum dan takdir tuhan dipertanyakan oleh manusia maka yang terjadi adalah sebuah kesalahan besar karena manusia adalah bagian yang tak terpisahkan oleh takdir tuhan itu sendiri.Wanita dlm islam itu mulia karena tugasnya yang begitu agung namun pria juga mempunyai tuntutan yang sama besar yaitu menjadi nakhoda bagi perempuan.menerima perintah alloh SWT, menjalankannya dan surga janjinya bagi manusia.

Assalammualaikum wr.wb...pertama2 bener2 susah mau kasih comment ke opini anda...
kedua.. alhamdulillah masih banyak yang sayang sama perempuan ternyata... thank u bgt buat yang buat opini ini, opini ini membuat saya tergugah menulis comment.. walau sulit bgt masuknya.
ketiga..perempuan seharusanya dapat mengambil positifnya dari semua yang ada.feminisme membongkar keadaan perempuan sebenarnya sehingga terekspos ini sesuatu yang positif loch.. but perempuan juga harus pintar we are have religion tentu harus disaring pake kepercayaan kita itu.. saya percaya dari kitab suci manapun tidak ada yang menjatuhkan perempuan..(terutama Al-Qur'an, ini kitab suci saya). keseimbangan yang disebut2 oleh feminisme seharusnya kita cros cek lagi.. menurut saya keseimbangan diantara perempuan dan laki-laki adalah ketika keduanya dengan ikhlas menerima perannya masing2.good luck.wassalammualaikum wr.wb.

Terlepas dari teori-teori feminis yang rumit itu, sebagai orang lapangan yang langsung menangani kasus-kasus perempuan, terutama kasus-kasus kekerasan (di Aceh tingkat Kekerasan dalam rumah tangga sangat tinggi), melihat kenyataan bahwa konsep perempuan harus taat pada laki-laki, telah disalahgunakan oleh banyak para laki-laki muslim, konsep tersebut dijadikan alat untuk mensahkan semua perbuatan yang mendiskriminasikan perempuan, boleh suami memukul istrinya karena dianggap tidak patuh seperti tidak menerima sikap suami yang tidak mau memberi nafkah hidup (penelantaran ekonomi adalah angka tertinggi kekerasan terhadap perempuan), mendahulukan anak lelaki dalam segala hal (baik dalam pendidikan dan pemberian kebutuhan personal), mendidik anak-anak perempuan untuk tidak peduli dengan masalah-masalah sosial, tingkat kematian saat melahirkan sangat tinggi karena menganggap kesehatan reproduksi perempuan kurang penting dan peluang lebih kecil dalam usaha ekonomi. Sayang sekali orang-orang pintar dalam Islam tidak pernah meninjau kenyataan yang ada di masyarakat bagaimana ajaran Islam terutama tentang perempuan telah disalahgunakan pengikutnya sehingga menyebabkan banyak kaum muslimah mengalami ketertindasan. Perlu juga diingat bahwa adanya sebagian perempuan diseluruh dunia dapat mengenyam kesempatan lebih tinggi pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial adalah berkat perjuangan kaum feminis yang telah menembus level PBB sehingga timbul konvensi-konvensi yang mewajibkan tiap negara pesertanya untuk memajukan hak-hak perempuan dan kemajuan itu harus dilaporkan setiap tahunnya. Titik perhatian mereka memajukan perempuan terletak pada titik2 : kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kekerasan berdasar jenis kelamin, kekerasan dalam konflik, keadilan ekonomi, keikut sertaan dalam tiap pengambilan keputusan,politik, sosial dan budaya. Alangkah baiknya jika para muslim dan muslimah juga bersatu padu bertindak dalam langkah serupa tapi dalam konsep Islam, bukan hanya mencela mereka tapi memperlihatkan kepada mereka bahwa Islam punya konsep yang lebih universal tentang semua itu dan perempuan-perempuannya dapat menjadi rahmatan bagi alam semesta. Selama ini yang kita tunjukkan hanyalah konsep Islam sebatas kelamin dan soal ketaatan terhadap laki-laki saja. Mari kita berikan penghargaan pada perempuan kita yang selama ini telah menutup aurat dan taat pada laki-lakinya kesejahteraan lebih tinggi, pelayanan kesehatan terbaik , pendidikan cukup sesuai kemampuan mereka, terlindungi dari kekerasan, boleh mengajukan saran dan pendapat, peluang usaha yang besar (biar mengikut jejak Yang Mulia Siti Khadijah-pengusaha besar di masa Nabi), peluang politik, sosial dan budaya (agar bisa seperti Yang Mulia Siti Aisyah). Kita sosialisasikan nilai-nilai Islam dan kalau bisa ke tingkat PBB sehingga seluruh dunia bisa memanfaatkannya untuk kepentingan ummat manusia dan benar-benar jadi rahmatan bagi alam semesta. Amin.

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares