« Home | Mari Berbagi Kemerdekaan » | HUT RI dan loncatan kuantumku » | Negara kesatuan dan separatisme » | Staf ahli, staf khusus dan PNS » | Nasir dari Bone » | Ketika rumah bak penjara » | Kembali ke Kehidupan Nyata » | Wajah Baru » | Si Ucok » | P4 100-jam » 

Thursday, August 25, 2005 

Seandainya...

Seandainya saja para pemimpin suka naik angkutan umum untuk pergi/pulang ke/dari tempat kerja, maka para orang kaya kolega sang pemimpin beserta kroninya akan meniru untuk naik angkutan umum ke/dari tempat kerja mereka. Akibatnya angkutan umum akan dibuat senyaman dan sebaik mungkin agar mereka bisa nyaman menggunakannya. Akibat lebih lanjut, masyarakat pengguna angkutan umum yang sesungguhnya pun menjadi senang karena memiliki angkutan umum yang nyaman dan baik.

Seandainya para pemimpin suka berjalan kaki menggunakan trotoar, para orang kaya kolega sang pemimpin beserta kroninya pun akan menirunya untuk suka berjalan kaki di trotoar. Akibatnya trotoar akan dibuat senyaman dan sebaik mungkin agar mereka bisa nyaman menggunakannya. Akibat lebih lanjut, masyarakat pemakai trotoar sesungguhnya pun menjadi senang karena memiliki trotoar yang nyaman dan baik.

Seandainya para pemimpin suka berbelanja di pasar tradisional dan kedai kaki lima, para orang kaya kolega sang pemimpin beserta kroninya pun akan menirunya untuk berbelanja di pasar tradisional dan kedai kaki lima. Akibatnya pasar tradisional dan kedai kaki lima akan dibuat senyaman dan sebaik mungkin agar para pemimpin dan koleganya bisa nyaman berbelanja. Akibat lebih lanjut, masyarakat pelanggan pasar tradisional dan kedai kaki lima sesungguhnya pun menjadi senang karena bisa berbelanja di tempat terjangkau yang nyaman dan baik.

Sayangnya, para pemimpin kita tidak suka melakukannya, karena kebanyakan mereka menganggap hal itu bisa menurunkan prestise dan martabat mereka yang terhormat dan mulia. Jangankan melakukannya, memikirkannya pun jarang...

Seandainya para pemimpin memiliki gaji yang sama kecilnya dengan gaji orang kebanyakan dan tidak mendapatkan fasilitas negara dan segala kemudahannya yang berlebihan, mungkin mereka akan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang kebanyakan. Akibatnya mereka akan lebih memperhatikan nasib orang kebanyakan itu, karena mereka merupakan bagian darinya. Akibat lebih lanjut, orang kebanyakan akan merasa bahagia dan terharu karena nasib mereka dipikirkan dan diperhatikan oleh pemimpin mereka.

Sayangnya, gaji para pemimpin dan segala fasilitas yang mereka terima terlalu berlebihan sehingga mereka sangat sulit untuk bisa membayangkan apalagi merasakan apa yang dirasakan oleh orang kebanyakan...

Seandainya untuk menjadi pemimpin tidak didasarkan semata hanya kepada ketersediaan dana untuk kampanye dan membeli suara, dan seandainya semua suara pemilih tidak bisa dibeli oleh para calon pemimpin yang mengandalkan dana semata, mungkin akan muncul banyak pemimpin yang benar-benar berkualitas dan mengerti bagaimana menjadi pemimpin.

Sayangnya, untuk bisa menjadi pemimpin memang harus punya dana yang lebih dari cukup karena banyak suara pemilih yang bisa dibeli...

Seandainya para pemimpin kita sadar dan tahu bahwa kepemimpinan mereka kelak akan diminta pertanggungjawabannya di hari pembalasan, mungkin mereka akan berusaha untuk selalu menjadi pemimpin yang baik...

Sayangnya, para pemimpin kita banyak yang lupa dan tidak mau tahu tentang hal itu...

Seandainya para pemimpin membaca postingan di blog saya ini, mungkin mereka akan menghubungi saya untuk mengucapkan terimakasih karena sudah diingatkan...

Sayangnya mereka tidak pernah membaca blog saya ini... :)

Mas,

Ada sedikit yang aku gak setuju. IMHO, pemimpin juga tadinya berasal dari orang kebanyakan. Hanya faktor mental dan moral aja yang membuat mereka jadi begitu.

Tentu aku gak setuju dgn "jika gaji pemimpin sama dgn orang kebanyakan" karena kita bicara leadership (tanggung jawab, red) disini.

Above all, aku setuju banget dgn apa yang mas tulis.

FYI, sekarang di Indo ada gera'an "Bike2Work" untuk mengakomodasi pendapat mas tentang public transportation. Bisa diliat di http://bike2work-campaign.blogdrive.com/

Itu dulu mas yaa... c u soon.

@ricorea: thanks kritiknya. soal ke tempat kerja naik sepeda, apa nggak sesak napas tuh naik sepeda di salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia (jakarta, red)? makin serem lagi kalau ngebayangin naik sepedanya di jalur yang sama dengan mobil dan motor. jalan kaki di trotoar aja bisa disamber motor.

Bike2Work itu masih individual/group underground concept. Moga2 bisa gede. Blom bisa mencurahkan apa yg bisa aku sumbang karena aku blom beli sepeda walopun aku sudah tdk lg make kendaraan pribadi (naek umum, red) dan nganjurin anggota keluarga jg naek umum.

Kebayang kok mas klo spedaan dikota Jkt. Nyampe kantor item, bau kringet, dan absolutely bau ketek. Hehehehe....

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares