« Home | P4 100-jam » | Biggoser diwisuda » | Perempuan dalam Islam » | Zaman Batu dan Pornografi » | Sering Ngibul Siih! » | Nduableg dan Nggak Mutu » | Word's file corrupt! » | Posting dgn Firefox » | Hari ini aku berpuisi » | Mood yang Hilang » 

Sunday, August 07, 2005 

Si Ucok

Kembali mengingat ke masa awal kuliah, saya teringat akan seorang kawan satu kos-kosan yang bernama Wolter Sitorus atau biasa dipanggil Ucok, mahasiswa Jurusan Matematika. Kalau sedang menyanyi, suaranya sangat bagus dan mampu mencapai oktaf yang tinggi. Wajar saja, karena dia orang Batak.

Tentu anda tahu akan anekdot tentang orang Batak: sendiri main gitar, berdua main catur, bertiga ... Dan sayangnya, ternyata si Ucok ini tidak memenuhi dua kriteria pertama yang ada dalam anekdot tersebut. Sebagai orang Batak dia punya dua kekurangan yang sangat mendasar yang seharusnya dimiliki oleh orang Batak kebanyakan yaitu tidak bisa main gitar dan catur. Payah kali kau Cok!

Karena itulah, sebagai kawan yang punya sedikit kemampuan bermain catur, saya mencoba mengajarinya bermain catur. Dengan meminjam papan catur milik bapak kos, mulailah saya mengajarinya bermain catur dengan memberi tahu aturan permainan dalam catur, bagaimana buah-buah catur itu melangkah dan memakan buah catur lawannya, dan beberapa strategi sederhana yang saya kuasai. Saya sendiri bisa bermain catur hanya dalam taraf sekedar bisa saja, tak lebih dan tak kurang sehingga apa yang saya ajarkan juga sesuatu yang sangat dasar.

Begitulah, hari demi hari di kala senggang, kami berlatih bermain catur sampai akhirnya dia mulai terbiasa dan bisa. Semua yang saya tahu tentang catur sudah saya berikan kepadanya. Puncak dari proses berlatih ini tercapai ketika dia sudah berhasil mengalahkan saya sebagai gurunya. Saya puas, karena saya punya pemahaman: jika sang murid sudah bisa mengalahkan sang guru, berarti sang guru telah mengajari sang murid dengan benar.

Saya tidak tahu berada di mana dia sekarang, mungkin jika sekali waktu kami bertemu, saya ingin kembali mengajaknya bermain catur. Mati kau Cok, skak mat!

Sendiri: Main gitar.
Berdua: Maen catur.
Bertiga: Trio Lasidos (Pelawak top Batak)
Berempat: Manggil polisi.

Hehehehee...

Aku batak jg mas. Cuman batak keparat. Begitu biasanya orang kampung kami memberikan kata ganti utk batak2 kelahiran tanah jawa. Huahuahaa...

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares