« Home | Bunga » | Karnaval Kebudayaan di Hamburg » | Chiklit » | Hasna Kecil » | Nostalgia masa muda » | Cinta Buta » | Cover Girl » | Manusia Indonesia dan Waktu » | Waktu » | Kritis » 

Tuesday, September 13, 2005 

Foto memoto

Salah satu kegemaran saya (kadang-kadang kalau lagi mood) adalah memoto. Sebenarnya sudah banyak obyek yang saya foto dengan kamera andalan dan kesayangan saya Canon EOS 500N yang saya beli di Trondheim, Norwegia tahun 1998. Dan hasil jepretan ini sudah tersusun dalam cukup banyak album yang sebagian besar ditinggal di Indonesia.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu memahami tentang tekhnik fotografi dan memang malas untuk mencoba memahaminya secara serius karena saya pikir kamera yang saya punyai sudah full otomatis, jadi biarkanlah ia bekerja secara otomatis sesuai "kodratnya" dan tinggal bagaimana saya bisa mencari objek yang menarik untuk difoto. Memang, karena ketakperdulian saya pada tekhnik fotografi, hasil yang didapat tidak sepenuhnya maksimal, terutama dalam hal pengaturan cahaya. Jadi, wajar saja kalau hasilnya dibandingkan dengan foto profesional akan terlihat "nggak level" karena banyak kekurangannya. Apa mau dikata, suka "memoto" tapi tidak mau belajar cara "memoto" yang baik dan benar, itulah akibatnya.

Dengan berkembangnya teknologi digital saat ini, sebenarnya saya ingin sekali bisa membeli kamera digital menggantikan kamera lama saya. Hanya saja, saya masih belum tega untuk membelinya, karena setidaknya saya harus membeli kamera digital yang lebih bagus dari kamera lama (atau setidaknya sama). Hasil pencarian di internet menunjukkan bahwa harga minimal kamera yang dapat memenuhi keinginan saya ini adalah 600 Euro.

Sebenarnya banyak sekali kamera digital murah yang tersedia di pasaran dengan harga di bawah 100 Euro, terutama yang berjenis kamera saku. Hanya saja, saraf motorik saya ternyata terlalu jelek untuk kamera yang ringan-ringan, sehingga ketika menekan tombol dalam mengambil gambar seringkali terjadi goyangan yang mengakibatkan kualitas gambar yang jelek.

Buat yang ingin melihat beberapa hasil jepretan saya, silahkan klik di sini. Setelah kemarin saya kirim gambar-gambar dengan tema bunga, hari ini saya mengirimkan gambar dengan tema bangunan dan pemandangan, oleh-oleh dari perjalanan musim panas ke Italia dan musim dingin ke Austria tahun lalu dengan menggunakan paket perjalanan murah meriah tapi mewah.

Nice picture..

Kalau mata sudah biasa lihat foto kualitas bagus, trus lihat yang jelek, emang kerasa 'beda' ya..

Kita senasib, suka banget moto-memoto..

Btw, lam kenal ya, dari Tina, di Ulm. Barusan dari rumah Rico trus mampir sini.

Sama! Saya juga punya hobi baru dalam hal foto memfoto. Setelah dulu juga sempet pas punya ponsel berkamera pertama kali (yang hasil tangkapannya juga jelek), sekarang lagi pinjem kamera digital punya ortu.

@tina: Thanks ya udah mampir. Salam kenal juga.

Soal foto, kalau sudah pakai kamera digital, hasilnya bisa langsung kelihatan, jadi kalau kurang bagus bisa langsung diulang saat itu juga. Sementara itu kalau pakai yang non digital, harus di jepret beberapa kali dan berharap mudah2an ada yang bagus atau cukup bagus.

Selain itu, kalau untuk keperluan photoblog, kamera digital akan lebih praktis dan ekonomis, bisa langsung upload tanpa perlu cuci cetak dan scanning lagi.

@ozzie: ditunggu hasil jepretannya dipasang di blog. Btw. mana foto hasil jalan2 ke negeri produsen mobil dinas Tuan Presdiden-nya?

hiks...semenjak kamera saya hilang, jadi males mo beli lagi. padahal saya dulu doyan banget ama fotografi.

foto2nya bagus pak!

Pak Tino Sidin: Yaa... ini ada foto kiriman teman kita dari Hamburg. Bagus sekali. :))

@hani: ayo beli kamera baru lagi.

@ricorea: masih inget juga nih sama acaranya Pak Tino Sidin?

hehehe... kang tustel... hobbinya sama.... bedanya mungkin hanya bahwa saya suka foto hitam-putih...
dulu juga kamera pertama saya Canon EOS N500, dan kamera itu memang bagus, sampai sekarang. Kamera buat "Einsteiger" (beginners/amateurs), tapi bagus kok. Waktu itu saya search hasil test berbagai kamera di beberapa majalah khusus photography, dan Canon EOS N500 itu memang selalu menang untuk kategori Einsteiger/beginners.
Kalau digital camera kelas pocket size, memang semakin kecil dan ringan kameranya, semakin susah untuk tidak menggoyangkan gambarnya... justru semakin berat kameranya, semakin gampang untuk tidak menggoyangkan kameranya pas dijepret. Saya juga lagi pikir2, mau beli SLR digital, tapi yaa... sama... minimal harus ngeluarin 600 Euro buat model kategori Einsteiger... kok mahal banget ya... jadi mending kita masih tunggu dulu, soalnya harganya terus menurun, sedangkan pixelnya naik hehehe...

btw kang, ni londo's photos bisa dilihat di:
http://nilondo.multiply.com

@ni londo: udah dilihat foto2nya Ni. Wah ternyata sudah banyak juga hasil scan-nannya... Itu fotonya asli hitam putih atau dirubah ke hitam putih?

Semua asli hitam-putih, saya dengan SLR selalu pakai film hitam-putih, sedangkan dengan pocket-camera pakai film berwarna, utk foto2 "biasa".
Kalau hitam-putih rasanya lebih "nyeni" dan "klassik" hehehe... maklum saya orangnya konservatif... ;)

Post a Comment

My Digest