« Home | Putri Cina » | Semoga Sukses PIN Polio 2005 » | PraJab CPNS » | Lagi-lagi OSPEK » | Komputer Amphibix » | Kalau » | Seandainya... » | Mari Berbagi Kemerdekaan » | HUT RI dan loncatan kuantumku » | Negara kesatuan dan separatisme » 

Thursday, September 01, 2005 

Kritis

Dunia ini memerlukan manusia-manusia yang bersikap kritis,
agar tetap berjalan dinamis.

Sikap kritis membuat manusia selalu terjaga,
ketika sikap kritis tidak ada lagi,
maka dunia bagai terlelap dalam mimpi panjang,
yang membuat manusia terlena.

Bagi sebagian manusia,
sikap kritis kadangkala dianggap sebagai sebuah permusuhan,
padahal tidak demikian adanya.

Akibatnya,
manusia yang bersikap kritis kadangkala diasingkan,
dan atau disingkirkan dari komunitasnya.
Mereka dianggap mengusik kemapanan yang ada.

Contoh sederhana,
pada jaman ORBA berkuasa,
manusia kritis adalah bahaya laten bagi kestabilan politik,
mereka harus disingkirkan jauh-jauh,
supaya tak terdengar suaranya...
atau ditekan habis,
supaya hilang sikap kritisnya.

Sikap kritis adalah sebuah anugerah yang sangat berharga,
Tidak setiap manusia bisa memilikinya.

Berbahagialah suatu bangsa,
jika anak bangsanya banyak yang bersikap kritis,
dan akan lebih berbahagia lagi,
jika semua anak bangsa mampu menerima dan berlapang dada,
atas sikap kritis sesamanya...

Hanya sayangnya,
banyak di antara kita yang bersikap kritis,
hanya ketika sedang di bawah,
ketika sedang terdepak dan terabaikan,
atau ketika tidak berkuasa (lagi)...

Sikap kritis sesungguhnya,
seharusnya ada dalam segala suasana,
juga dalam segala macam peran dan kedudukan,
untuk mengkritisi semua yang tak semestinya,
bukan hanya untuk dirinya atau golongannya saja.

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares