« Home | Sekelumit tentang Hurricane (1) » | Breaking News: Hurricane Rita » | The Arctic and the Antarctic » | Panduan Singkat Berpuasa Ramadhan (3) » | Nobel Prize Games » | Fridtjof Nansen » | History of toilet paper » | Panduan Singkat Berpuasa Ramadhan (2) » | Magic Card » | Some interesting articles out there » 

Friday, September 23, 2005 

Panduan Singkat Berpuasa Ramadhan (4)

Sumber: milis Media-Dakwah

Beberapa petunjuk berkenaan dengan masalah puasa:
  1. Seorang yang dalam keadaan junub tetap harus berniat puasa, walaupun ia mandi besar setelah terbit fajar (Shubuh).
  2. Wanita yang suci dari haidh sebelum fajar tiba (bulan Ramadhan), maka wajib berpuasa walaupun ia mandi besar setelah terbit fajar (Shubuh).
  3. Seseorang yang sedang berpuasa dibolehkan mencabut gigi, mengobati luka atau menggunakan obat tetes mata/telinga.
  4. Diperbolehkan bagi yang sedang berpuasa untuk bersiwak (menggosok gigi), baik di waktu pagi maupun siang hari, bahkan itu termasuk sunnah Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam.
  5. Untuk mengurangi rasa panas dan dahaga dibolehkan menggunakan AC atau air dingin untuk membasahi kepala.
  6. Bagi penderita sesak nafas, meskipun sedang berpuasa dibolehkan menyemprot mulut dengan sesuatu (berupa udara/gas) yang dapat melonggarkan pernafasan.
  7. Orang yang sedang berpuasa dibolehkan membasahi bibir dengan air bila terasa kering dan juga dibolehkan berkumur-kumur namun dengan syarat tidak tertelan.
  8. Disunnahkan mengakhirkan sahur, hingga menjelang fajar dan segera berbuka setelah matahari terbenam (Maghrib). Diutamakan berbuka dengan kurma rutab (kurma yang masak), jika tidak ada rutab dengan kurma yang lain, dan jika tidak ada korma bisa berbuka denga apa saja yang halal atau berbuka dengan minum air apabila tidak menjumpai makanan.
  9. Orang yang sedang berpuasa sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat sunnah, membaca al-Qur'an, berdzikir dan bershadaqah.
  10. Bagi yang sedang berpuasa tetap diharuskan menjaga dan mengamalkan kewajiban-kewajiban yang lain serta menjauhi perbuatan-perbuatan haram. Hendaknya ia menjaga shalat dengan menjalankannya tepat pada waktunya dan berjama’ah di masjid bagi kaum pria.
  11. Hendaknya selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat menghapus pahala puasa seperti: berdusta, berbuat curang, menipu, riba/rentenir, berbicara yang haram dan sebagainya.Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan sia-sia (palsu), perbuatan tak berguna dan kebodohan, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya (berupa) meninggalakan makan dan minumnya" (Muttafaq ‘alaih).

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares