« Home | Breaking News: Hurricane Rita » | The Arctic and the Antarctic » | Panduan Singkat Berpuasa Ramadhan (3) » | Nobel Prize Games » | Fridtjof Nansen » | History of toilet paper » | Panduan Singkat Berpuasa Ramadhan (2) » | Magic Card » | Some interesting articles out there » | Why do we fast ? » 

Thursday, September 22, 2005 

Sekelumit tentang Hurricane (1)

(Disarikan dari berbagai sumber)

Hurricane adalah siklon tropis dengan kecepatan angin yang melampaui 64 knot (118,5 km/jam, 33 m/detik, atau 74 mil/jam). Berputar berlawanan arah jarum jam di bumi belahan utara (BBU) dan searah dengan jarum jam di bumi belahan selatan (BBS). Istilah lain yang juga sama dengan Hurricane adalah Typhoon.

Siklon tropis sendiri adalah istilah umum untuk sistem tekanan rendah skala sinoptik di perairan daerah tropis atau sub-tropis yang dibarengi dengan adanya peristiwa konveksi dan angin permukaan siklonik. Selanjutnya, siklon tropis diklasifikasikan menjadi beberapa nama berdasarkan pada kecepatan angin permukaan yang terjadi, yaitu:
  1. Jika kecepatan angin kurang dari 17 m/detik (34 knot, 63 km/jam, atau 39 mil/jam), maka ia disebut depresi tropis (tropical depression).
  2. Jika kecepatan angin mencapai 17 m/detik (34 knot, 63 km/jam, atau 39 mil/jam), maka ia disebut badai tropis (tropical storm).
  3. Jika kecepatan angin melampaui 33 m/detik (64 knot, 118,5 km/jam, atau 74 mil/jam), maka ada beberapa nama untuknya (bergantung pada daerah terjadinya), yaitu:
    • Hurricane (di Samudera Atlantik bagian Utara, Samudera Pasifik bagian Timurlaut di sebelah timur garis tanggal, atau di Samudera Pasifik bagian Selatan di sebelah timur 160 Bujur Timur).
    • Typhoon (di Samudera Pasifik Baratlaut sebelah barat garis tanggal).
    • Siklon tropis kuat (di Samudera Pasifik bagian Baratdaya di sebelah barat dari 160 Bujur Timur atau Samudera Hindia bagian Tenggara di sebelah timur 90 Bujur Timur).
    • Badai siklonik kuat (Samudera Hindia bagian Utara).
    • Siklon tropis (di Samudera Hindia bagian Baratdaya).
Kata siklon yang digunakan dalam istilah di atas diambil dari bahasa Yunani "kyklos" yang berarti lingkaran atau roda.

Sebuah siklon tropis akan terjadi jika kondisi lingkungan seperti di bawah ini terpenuhi:
  1. Terdapat air laut yang hangat dengan temperatur sekitar 26,5 C hingga kedalaman tertentu (sekitar 50 meter). Air hangat inilah yang berperan sebagai "bahan bakar" bagi mesin pembangkit energi panas siklon tropis.
  2. Atmosfer yang mengalami pendinginan secara cepat terhadap ketinggian.
  3. Adanya lapisan yang relatif basah dekat troposfer bagian tengah (pada ketinggian 5 km).
  4. Jarak minimum terhadap ekuator setidaknya 500 km. Hal ini karena dalam pembentukan siklon, diperlukan gaya semu Coriolis untuk mengimbangi gradien tekanan. Tanpa adanya gaya Coriolis, daerah tekanan rendah tidak akan dapat terus dipertahankan.
  5. Adanya gangguan dekat permukaan dengan vortisitas dan konvergensi yang mencukupi. Siklon tropis tidak dapat terjadi dengan tiba-tiba, ia memerlukan suatu sistem dengan putaran dan aliran di dekat permukaan yang cukup besar.
  6. Shear angin vertikal yang rendah di antara permukaan dan bagian atas troposfer (kurang dari 10 m/detik). Shear angin vertikal adalah besar perubahan angin terhadap ketinggian. Shear angin vertikal yang besar akan mengacaukan atau mengganggu siklon tropis yang baru saja terbentuk atau mencegah terjadinya pembentukan siklon tropis. Jika siklon tropis telah terbentuk, shear angin vertikal akan memperlemah atau menghancurkan siklon tropis tersebut dengan mengganggu konveksi yang terjadi di pusat siklon.

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares