« Home | Hidup » | Foto memoto » | Bunga » | Karnaval Kebudayaan di Hamburg » | Chiklit » | Hasna Kecil » | Nostalgia masa muda » | Cinta Buta » | Cover Girl » | Manusia Indonesia dan Waktu » 

Thursday, September 15, 2005 

Trik Bisnis kah?

Baca di koran, efek kenaikan BBM membuat makin banyak orang yang kesusahan hidupnya. Ada yang makan nasi basi, ada yang memberi sakarin sebagai pengganti susu buat anaknya, banyaknya PHK dan lain sebagainya. Menyedihkan...

Yang lebih menyedihkan, kenapa berita seperti ini turun hanya ketika ada sesuatu yang hendak digugat dan dipersoalkan? dan kemudian hilang ditelan bumi hingga tiba siklus berikutnya.

Ya, berita ini kembali muncul ke permukaan dalam rangka menggugat dan mempersoalkan rencana kenaikan kembali harga BBM oleh pemerintah dalam waktu dekat ini.

Berita ini memberikan kesan kepada saya bahwa kemiskinan ternyata telah dijadikan komoditas dalam berbagai macam cara, bentuk dan oleh berbagai pihak termasuk media massa. Apa yang dilakukan media massa ketika isu kenaikan BBM tidak mencuat? Pernahkah muncul setiap harinya berita tentang kemiskinan dan penderitaan? Mungkin ada, tapi hanya sebatas di surat pembaca dan bukan berita utama.

Ujung-ujungnya ternyata bisnis melatarbelakangi ini semua. Isu kenaikan BBM akan semakin menarik minat pembaca surat kabar atau penonton televisi jika di dalam berita disodorkan sebuah fenomena yang bisa dikaitkan dengan isu yang ada. Trik dalam berbisnis, itu istilah kerennya. Menaikkan jumlah oplah dan rating. Menyedihkan...

Mungkin dugaan saya salah, tapi itulah fakta yang bisa saya baca...

Semoga saya keliru adanya...

Semoga kita keliru :(. Tapi setidaknya, orang menjadi lebih aware bahwa di sekitar kita memang kemiskinan masih mendominasi.

Mas Agus tau reality show Indonesia ala "Uang Kaget" dan sejenisnya? Walaupun niatnya membantu, tapi kadang agak mengekspos kemiskinan juga.

ya media kan kalau ga hyperbola mana laku.. ya semua UUD deh ujung2nya duit.. agus, kang tustel itu foto2 kamu ya? saya coba kasih comment koq ga masuk ya.. yak selamat cari obyek yah, and selamat weekend salam buat keluarga

@mbak rieke: iya mbak, kangtustel itu blog saya juga, khusus untuk nampilin foto-foto. sayang kan kalau hanya disimpen di album aja. siapa tahu aja ada yg minat sama hasil foto saya... hehehe...

selamat akhir pekan juga buat mbak rieke dan keluarga.

D'oh! Berpotensi ngomong politik nih.

Menurut aku, kita miskin itu karena kebanyakan kita gak mau sadar dan lepas dari kemiskinan. 11-12 ama yang "nahan" BBM dan memanipulir data persediaan BBM. Kenapa sama? Mereka kan berarti tetep mo ngeliat Indon miskin kan. Itu dulu. Aku masih puasa ngomong politik. Hehehehe...

Iya, saya juga baca tuh di Republika. Benar - benar melas! Kenapa ya ketika saya amati keadaan perekonomian di Asia dengan di Eropa tuh beda sekali modenya.

Di Eropa sana perbedaan antara si kaya dan si miskin engga terlalu besar sedangkan di sini jomplang sekali.

@ricorea: hehehe... apa emang bener ada "hubungannya" sama politik nih?

@ozzie: tergantung eropanya yang mana. yang sosialis, komunis, kapitalis, atau yang pancasilais (eh emang ada? hehehe).

Bad News Is Good News kan kang...semakin buruk sebuah berita, ya semakin untunglah, hehe... tapi menurut saya lumayan kang, kalau bukan media massa, meski mereka mendapat keuntungan, siapa lagi tuh yang akan menguak jeritan hati rakyat kecil....politisi?blogger?pengusaha? saya kok cuma media massa yang paling efektif.

Post a Comment

My Digest