Monday, November 28, 2005 

Ombak yang di atasnya ombak

Pada postingan saya sebelumnya tentang Fakta Laut Dalam (Deskripsi Ilmiah An-Nur:40), ada satu poin yang belum saya uraikan secara lebih detail yaitu mengenai ombak yang di atasnya ombak.

Dalam bidang oseanografi, fenomena ombak yang di atasnya ombak dikenal sebagai gelombang internal (internal wave). Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka antara udara yang hangat dan dingin (lihat gambarnya di sini dan sini, karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan yaitu sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.

Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah hembusan angin, disamping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.

Sementara itu, gelombang internal terbentuk akibat adanya perbedaan rapat massa atau densitas air laut dengan gaya pembangkit yang dapat berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut. Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas, temperatur dan tekanan (silahkan klik pada masing-masing parameter tersebut untuk uraian yang lebih terperinci). Perbedaan densitas akan mengakibatkan air laut menjadi berlapis-lapis, dimana air dengan densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Kondisi ini akan menyebabkan adanya lapisan antar muka (interface) dimana jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.

Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut, kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar. Secara visual, ia baru bisa dilihat jika kita melakukan percobaan di laboratorium atau mengamatinya dari udara atau ruang angkasa dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing). Bagian terakhir inilah yang perlu kita garis bawahi dan mendapatkan perhatian lebih. Bagaimana sebuah fenomena alam yang dalam mengungkapkannya diperlukan teknologi yang canggih, sudah tertulis secara jelas dan eksplisit dalam Al-Quran sebelum teknologi itu ada.

Gambar-gambar tentang gelombang internal dapat dilihat di sini.

Saturday, November 26, 2005 

Foto Brussel

Akhirnya, setelah ada waktu sedikit luang, saya sempatkan diri untuk me-scan foto-foto hasil jepretan selama jalan-jalan di Brussel, ibu kota Belgia dan juga ibu kota Eropa. Foto-foto bisa dilihat di blog foto saya.

Mohon maaf kalau foto-fotonya kebanyakan adalah foto bangunan atau gedung-gedung atau berlatar belakang gedung/bangunan karena memang saya suka memoto objek yang ada bangunan atau gedungnya.

Foto di samping adalah super market dengan gaya kuno, yang memang sudah ada sejak lama dan merupakan salah satu super market tertua di Belgia atau mungkin di Eropa.

Di samping kanan ini adalah salah satu foto favorit saya, pelukis jalanan yang melukis dan menggelar hasil lukisannya di salah satu obyek wisata di kota Brussel yang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Sayangnya, mohon maaf, saya lupa nama tempatnya, harus nanya istri saya dulu... :P

Untuk yang berencana berlibur ke Eropa musim panas tahun depan, saya kira Brussel bisa dimasukkan ke dalam daftar salah satu kota yang harus dikunjungi. Apalagi buat penyuka makanan laut, karena di dekat pusat kota ada sebuah kompleks yang dipenuhi oleh rumah makan dengan menu utamanya makanan laut. Banyak juga yang dengan label halal.

Friday, November 25, 2005 

Salju Pertama

Akhirnya salju turun juga di Hamburg tadi malam. Pagi hari, waktu saya lihat lewat jendela di ruang tamu, rerumputan di halaman belakang wohnung (apartemen) sudah mulai memutih tertutup salju. Meskipun saljunya masih tipis, sudah cukup indah di pandang mata.

Kalau sudah mulai bersalju begini, jalan harus ekstra hati-hati karena jalanan mulai licin. Biasanya, di jalan setapak yang sering dilalui manusia akan ditaburi pasir kasar untuk mengurangi licin.

Suhu udara menurut ramalan cuaca hari ini minimum 1C (serasa -8C) dan maksimum 3C (serasa -3C). Diramalkan siang dan malam ini masih akan turun salju. Brrr... cukup dingin, harus sudah pakai jaket tebal, syal, sarung tangan dan tutup kepala alias kupluk.

Have an ice day!

update:

Baru saja pulang dari shalat Jumat di KJRI, dapat foto patung yang ada di halaman depan KJRI Hamburg. Kepala dan pentungan si patung tertutup salju, juga salah satu mobil dinas KJRI yang diparkir di sampingnya.

Sayangnya, salju mulai kembali menghilang karena mencair, sementara hujan salju yang diramalkan belum terjadi. Mungkin baru nanti malam...

Thursday, November 24, 2005 

Musim Dingin, Malam Panjang

Di daerah tropis seperti Indonesia, panjang waktu siang dan malam antara musim hujan dan kemarau relatif hampir sama setiap tahunnya. Jika pun ada perbedaan, tidak lebih dari 1 jam lamanya. Hal ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi di daerah lintang menengah dan tinggi pada saat musim panas, dingin dan di antara keduanya.

Perbedaan lamanya waktu antara siang dan malam hari di lintang menengah dan tinggi ini terjadi karena posisi matahari yang berubah relatif terhadap bumi. Pada suatu saat ia berada di bumi belahan utara (BBU) dan di saat lain di bumi belahan selatan (BBS). Hal ini terjadi akibat sumbu rotasi bumi yang tidak tegak lurus garis edarnya alias membentuk sudut sebesar 23,5 derajat.

Ketika matahari tengah berada di BBU, maka lamanya siang hari di BBS akan menjadi lebih pendek, dan daerah-daerah lintang menengah dan tinggi (di BBS) tengah mengalami musim dingin. Sementara itu, di BBU sendiri siang hari akan mejadi lebih panjang dan di lintang menengah dan tinggi BBU tengah terjadi musim panas. Saatnya untuk berjemur mandi sinar matahari.

Saat ini posisi matahari tengah berada di BBS. Oleh karena itu daerah lintang menengah dan tinggi BBU tengah mengalami musim dingin. Pada saat terjadi musim dingin ini, lamanya malam hari akan menjadi lebih panjang dari siang hari. Sebagai contoh dan perbandingan, saya akan meninjau perbedaan waktu di kota Hamburg pada saat musim panas dan dingin.

Jika kita mendefinisikan malam hari sebagai waktu antara ketika matahari mulai terbenam hingga matahari akan terbit keesokan harinya, maka pada puncak musim panas di bulan Juli, lamanya malam hari di kota Hamburg adalah 7 jam, sedangkan sisanya yang 17 jam adalah siang hari. Sebaliknya, pada puncak musim dingin di bulan Desember, lamanya malam hari adalah 17 jam dan sisanya yang 7 jam adalah siang hari.

Pada bulan November ini, di Hamburg, matahari terbit pada pukul 07:00 dan tenggelam pukul 17:00 di awal November dan terbit pukul 08:00 serta tenggelam pukul 16:00 nanti di akhir November. Itulah sebabnya maka musim dingin merupakan saat tidur panjang bagi hewan dan tumbuhan, sebagai bentuk pertahanan diri mereka, berbeda dengan manusia yang diberi kelebihan untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang ada.

Untuk orang Islam, saat musim dingin adalah saat untuk selalu bersegera dalam melaksanakan shalat karena selang waktu antara shalat Duhur ke Asar dan Magrib ke Isa cukup pendek. Sebagai contoh pada bulan November hari ini, Subuh jatuh pada pukul 06:06, Duhur 12:07, Asar 13:54, Maghrib 16:15 dan Isa 17:59. Sebaliknya, pada saat musim panas, saya ambil contoh kondisi puncak musim panas di bulan Juli, justru jarak antara Isa dan Subuh yang cukup pendek. Subuh jatuh pada pukul 03:14, Duhur 13:27, Asar 17:44, Maghrib 21:33 dan Isa 23:21. Buat saya, musim panas adalah saat ketika shalat Subuh sering kesiangan :P

Dalam hal berpuasa, musim dingin adalah saat yang nyaman untuk berpuasa karena waktu siang yang pendek. Sementara itu, musim panas adalah musim yang penuh tantangan karena disamping waktu siang yang sangat panjang juga waktu dimana saatnya banyak orang berpakaian minim untuk mengurangi sumuk. Banyak godaan mata :D

Sejauh ini, melaksanakan puasa Ramadan di musim panas belum pernah kami alami. Tetapi istri saya selalu mencoba untuk berpuasa di puncak musim panas di bulan Juli dan alhamdulillah mampu untuk melaksanakannya. Artinya, lamanya siang di musim panas tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak berpuasa karena sebenarnya manusia diberi kemampuan untuk itu dan lagi Allah pasti tahu akan kapasitas dan kemampuan makhluk ciptaan-Nya. Mungkin yang agak repot adalah karena saat sahur dan buka yang berdekatan. Baru selesai buka puasa, eh sudah harus sahur lagi... :D

Wednesday, November 23, 2005 

Kaki, Buah Menjelang Musim Dingin

Buah Kaki, nama yang mungkin agak aneh buat orang Indonesia karena sama dengan salah satu anggota tubuh kita yang berfungsi untuk berdiri atau berjalan. Dalam istilah umum, buah ini biasa disebut persimon, istilah yang diambil dari Bahasa Yunani, yang berarti Buah Para Dewa. Kaki sendiri merupakan salah satu jenis persimon Asia yang sangat populer di dunia, banyak dijumpai di Cina tetapi lebih dikenal sebagai persimon Jepang karena 400 tahun yang lalu ia dibawa ke Jepang untuk dibudidayakan secara lebih baik.

Ukuran buah ini hampir sama dengan apel. Warna kulitnya oranye mengkilat dengan daging yang juga berwarna oranye. Kalau di Indonesia, buah ini hampir mirip dengan kesemek, mungkin memang masih satu famili.

Buah ini rasanya benar-benar manis, tapi, kadang-kadang, ada juga yang berasa sepet (atau berasa sekali getahnya). Awal-awal kami mencoba buah ini, sempat juga mendapatkan yang rasanya sepet. Mungkin bergantung pada jenis atau kualitasnya.

Di Hamburg, untuk dapat memakan buah ini, kita harus menunggu datangnya bulan November atau saat-saat awal musim dingin. Saya sendiri kurang tahu apakah karena ia hanya berbuah di saat musim dingin atau ada alasan lain yang melatarbelakanginya.

Apakah di Indonesia juga bisa menjumpai dan merasakan buah para dewa ini atau tidak, saya juga kurang tahu. Tetapi, mungkin, karena jaraknya yang lebih dekat dengan Jepang, buah ini bisa pula dijumpai dan dinikmati di Indonesia. Mungkin... :D

Tuesday, November 22, 2005 

My new blog at WordPress

Well, after WordPress is opened for public signups, I can't keep my desire to sign my trademark name "agusset" up at WordPress. So now I have 3 "agusset" blogs name at 3 different free weblogs: blogspot, blogsome and wordpress. Hmm, may be I am a kind of "kemaruk" webloger! *lol*

Because I have had already 3 blogs with the same trademark name, now I have a big task to make them different in contents or themes, so I can catch different readers. Oooh... I think this is a hard job for me! Better I must ride a roller coaster for a month than think about it. But, a wise man behind me has said: "better you think of your blogs than ride a roller coaster for a month, because I know you're always scared when your daughter ask you to accompany her ride the roller coaster, even roller coaster for the baby!".

Blogging is fun man! So, keep blogging! :D

 

Musim Dingin, Saatnya Tidur Panjang

Saat ini di daerah lintang menengah dan tinggi bumi belahan utara (BBU) tengah memasuki musim dingin. Pohon-pohon sudah mulai mempersiapkan dirinya untuk tidur panjang dengan cara merontokkan daunnya. Ada beberapa pohon yang masih menyisakan daun-daunnya yang menguning. Salah satu pohon yang tetap berdaun hijau dalam udara yang membeku ini adalah pohon cemara. Mungkin itulah sebabnya maka ia terpilih sebagai pohon Natal. Demikian juga halnya dengan binatang. Saat-saat dingin seperti ini adalah waktunya untuk tidur panjang dalam sarang yang hangat, tanpa makan dan minum.

Di sekitar rumah yang kami tempati, pada saat musim panas akan banyak laba-laba memintal sarangnya dan beranak pinak. Anak-anak capung pun mulai berterbangan dalam jumlah yang cukup banyak. Di saat memasuki musim dingin seperti saat ini, laba-laba memintal dirinya di sudut-sudut jendela atau tembok, memulai tidur panjangnya. Kecuali untuk laba-laba yang ada di dalam rumah, karena suhu di dalam rumah akan dipertahankan oleh pemiliknya untuk tetap hangat dengan menggunakan alat penghangat ruangan. Pohon-pohon yang berada di dalam ruangan pun akan tetap berwarna hijau, karena suhu ruangan yang tetap hangat.

Pemandangan pada awal memasuki musim dingin terlihat kontras jika dibandingkan dengan musim-musim lainnya. Pada musim semi, keindahan utama terlihat dari mulai munculnya kuncup-kuncup muda. Pada musim panas, kuncup-kuncup berkembang menghijau disertai dengan bunga-bunga yang berwarna-warni. Memasuki musim gugur, bunga menjadi layu, dan dedaunan berubah memerah atau menguning sebelum akhirnya menjadi kecoklatan dan gugur. Pada musim dingin, tanpa adanya salju, pohon-pohon hanya menyisakan warna hitam kulitnya dengan tangkai-tangkai yang menyerupai jejari panjang. Jika tiba saatnya salju turun, warna putih yang indah akan mendominasi, menghamburkan cahaya ke segala arah, menciptakan suasana yang benderang dan menyilaukan. Sayangnya, di Hamburg musim dingin tidak selalu bersalju. Selama saya di sini, hanya pada tahun 2004 saja saya bisa mendapatkan salju yang cukup tebal yang turun lebat menjelang Natal. Selebihnya, hanyalah salju atau lapisan es tipis yang membuat jalan menjadi licin.

Buat manusia, saat musim dingin adalah saat memakai baju hangat, saat menyalakan penghangat ruangan atau saatnya untuk meminum minuman-minuman yang menghangatkan. Lebih banyak mengurung diri di tempat kerja atau beraktivitas di dalam ruangan, kecuali tentunya para atlit atau penggemar olah raga musim dingin .

Buat saya sendiri, memasuki musim dingin adalah saatnya untuk kedinginan. Sebagai manusia tropis, meskipun sudah hampir 3 tahun menetap di sini, musim dingin masih tetap agak menyebalkan. Kulit menjadi kering, kadang-kadang kalau bahan pakaiannya tidak cocok bisa terjadi iritasi dan gatal-gatal. Dan yang lebih dari itu, jadi males mandi seperti kambing. Tapi saya suka menghibur diri: "kambing yang jarang mandi saja bisa laku mahal, apalagi saya..." :D

Monday, November 21, 2005 

Salam Disingkat

Pada beberapa e-mail yang saya terima dari kawan-kawan, bagian awal dari surat biasanya adalah salam. Jika pengirim e-mail memiliki agama yang sama dengan saya (Islam), biasanya mereka akan menuliskan kata "Assalamu'alaikum wr. wb.". Ada banyak versi cara orang menuliskan salam pembuka itu. Ada yang menyingkatnya menjada AWW, ass. wr. wb., dan ass. namun ada juga yang menuliskannya tanpa disingkat.

Pada pemakaian salam yang disingkat menjadi AWW atau ass.wr.wb., mungkin masih agak sedikit enak untuk dilihat (meskipun saya kurang begitu sreg). Tapi baru-baru ini saya agak sedikit geleng-geleng kepala menerima e-mail dari seorang kawan yang jarang mengirimkan e-mail sebelumnya. Tulisan pertama dalam e-mailnya adalah:
Ass.
Selamat Lebaran.

Kalimat pertama bisa bermakna lain kalau dibaca oleh kawan yang berbahasa Inggris. Saya sendiri pun sedikit risih membacanya. "Sudah mengumpat, mengucapkan selamat lebaran pula", begitulah kira-kira kesan yang bisa ditangkap dengan kalimat pembuka itu. Untung saja kalimat kedua menggunakan Bahasa Indonesia, coba kalau menggunakan Bahasa Inggris. Atau, untung saja setelah kata Ass tidak disertai dengan tanda seru.

 

Nasib Malang Pendidikan Anak

Beberapa hari ini berita di beberapa harian online Indonesia banyak yang membahas tentang pendidikan anak. Kemarin, saya membaca tentang dipecatnya sekian anak SMA di sebuah kota di Jawa Barat karena berbuat mesum di sekolah (detik.com). Hari ini, di harian Kompas ada 2 artikel menarik tentang pendidikan anak di Sekolah Dasar yaitu Jangan Kerdilkan Anak dan Ketika Angka Menjadi Siksaan.

Pada kasus pemecatan, sebenarnya saya protes dengan kebijakan itu. Landasan pemikiran saya sederhana saja: seandainya semua anak yang berbuat salah langsung dipecat dari sekolahnya, lalu dimanakah tugas lembaga pendidikan sesungguhnya? Seharusnya, anak-anak yang bertindak seperti itu mendapat perhatian yang lebih agar dapat diperbaiki kualitasnya, karena itulah sebenarnya fungsi pendidikan.

Tetapi, setelah membaca artikel di Kompas tentang betapa hasil pendidikan anak hanya melulu dilihat dari angka-angka (nilai ulangan) saja, saya menjadi "maklum". Mungkin memang "selayaknya" sekolah-sekolah itu harus memecat, menyingkirkan atau "menghukum" anak-anak yang bermasalah dan atau bernilai jelek, karena akan mengganggu sistem yang berlaku dalam konsep pendidikan yang dianut dan akan menjadikan sekolah itu memiliki ranking yang buruk dalam jajaran sekolah-sekolah bergengsi di tanah air.

Sebenarnya menyedihkan (kalau menurut saya), sudah sekolah harus bayar mahal, ternyata anak bukannya dididik menjadi manusia seutuhnya, tapi hanya sekedar diajari bagaimana memperoleh nilai ulangan yang baik. Belum lagi jika ternyata suasana di rumah juga tidak lebih baik daripada di sekolah. Orang tua turut terbawa dan terhanyut dalam konsep "sesat" pendidikan yang ada yang mengharuskan anaknya mendapat nilai yang baik di sekolah.

Kasihan sekali nasib anak-anak kalau sudah begini, terutama untuk mereka yang bermasalah (menurut standar dan kaidah pendidikan "sesat" yang ada tersebut). Padahal, belum tentu semua itu merupakan kesalahan mereka. Bisa jadi, andil terbesar sebenarnya justru terletak di pundak orang-orang dewasa di sekitarnya, baik itu orang tua, penguasa negara maupun guru.

Wednesday, November 16, 2005 

SMS Logat Bule

Pada telepon rumah yang kami pakai terdapat layanan untuk bisa menerima SMS dari Handy (istilah Hand Phone dalam Bahasa Jerman). Hanya saja, SMS yang diterima di pesawat telepon kami nantinya bukan dalam bentuk teks melainkan kata-kata yang mungkin diucapkan oleh operator atau mesin.

Yang menarik dari layanan SMS berbicara ini adalah logat si pembaca SMS. Sebagai pengguna, istri saya biasa menggunakan bahasa Indonesia dalam pesan yang dikirimkannya. Jadi, SMS yang akan saya dengar melalui pesawat telepon di rumah nanti adalah ucapan bahasa Indonesia dengan logat bule yang terbata-bata. Kadang-kadang ada beberapa kata yang sedikit tidak jelas pengucapannya, untung saja ada fasilitas untuk mengulang pesan yang diterima. Cukup geli juga jika mendengarkannya.

Kesalahan sebenarnya bukan pada operator atau mesin pembaca, tetapi pada pengirimnya yang iseng dan tetap nekat menggunakan bahasa Indonesia. Mungkin operator yang membaca pesan tersebut (dalam bayangan saya) sedikit mengerutkan dahinya sambil geleng-geleng kepala. Hitung-hitung, sambil belajar bahasa Indonesia ya mbak! :D

 

Religiositas

Saya tertarik membaca tulisan Rumadi yang saya dapatkan dari salah satu milis yang saya ikuti. Artikel itu berkisah tentang pernyataan Bush bahwa apa yang ia lakukan di Afganistan, Irak, dan Timur Tengah (kebijakan politik luar negerinya) adalah atas perintah Tuhan.

Dalam akhir artikelnya, Rumadi -yang merupakan peneliti The Wahid Institute dan anggota staf pengajar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta- menuliskan "religiositas sangat berbahaya jika diarahkan untuk membenarkan tindakan kekerasan". Dan kalimat itulah yang menarik untuk dicermati.

Dalam banyak hal, tidak hanya pada kebijakan politik Bush, religiositas memang banyak dijadikan alasan untuk tindakan-tindakan kekerasan, seperti misalnya kasus atau teror bom bunuh diri yang banyak terjadi saat ini.

Mungkin anda tertarik untuk membaca artikel lengkapnya? berikut saya lampirkan dalam postingan ini.

*****

Atas Nama Tuhan

Oleh: Rumadi*

Presiden Amerika Serikat George W Bush membuat pernyataan mengagetkan ihwal kebijakan-kebijakan politik luar negerinya, termasuk penyerangannya ke Afganistan dan Irak. Bush mengklaim dirinya sedang menjalankan misi dari sabda Tuhan untuk menginvasi Irak dan Afganistan. Kata Bush, "Saya bertindak dengan misi dari Tuhan. Tuhan berkata kepada saya, 'George, perangi dan lawanlah teroris di Afganistan.' Itu saya lakukan. Tuhan berkata lagi kepada saya, 'George, pergi dan hentikan tirani di Irak.' Itu juga saya lakukan. Sekarang saya merasa sabda Tuhan datang lagi untuk membantu Palestina mendapatkan negaranya dan memberi Israel rasa aman serta menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Dan demi Tuhan, saya akan melakukannya." Pernyataan tersebut diceritakan kembali oleh politikus senior Palestina, Nabil Shaath, saat diwawancarai jaringan stasiun radio BBC awal Oktober 2005.

Bush menyatakan hal itu ketika bertemu dengan delegasi Palestina pada saat pertemuan tingkat tinggi Israel-Palestina yang berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, empat bulan setelah AS menginvasi Irak pada 2003. Meskipun juru bicara Gedung Putih, Scot McClellan, membantah pernyataan tersebut, bukti-bukti kebenaran pernyataan Bush lebih kuat. Bahkan pernyataan tersebut akan muncul dalam serial TV dokumenter di stasiun BBC berjudul Elusive Peace: Israel and the Arabs.

Pernyataan Bush sebenarnya hal yang biasa terjadi dalam sejarah. Banyak sekali penguasa yang melegitimasi tindakannya sebagai "perintah" Tuhan. Namun, pernyataan ini mempunyai bobot masalah yang lebih serius karena diucapkan oleh seorang presiden dalam negara yang dikenal sekuler. Bagi penulis, pernyataan tersebut setidaknya menyiratkan dua sisi, positif dan negatif.

Pertama, sisi positifnya, pernyataan Bush tersebut dapat dimaknai bahwa dalam negara yang sekuler bukan berarti agama dan Tuhan tidak mempunyai peran. Karena itu, tidak beralasan kekhawatiran sementara kalangan bahwa negara yang tidak didasari agama dengan serta-merta telah mematikan peran agama dan Tuhan. Dengan demikian, tidak ada sekularisme yang "murni" dengan agama dan negara benar-benar terpisah. Meskipun negara tidak menggunakan simbol agama, dalam prakteknya agama dan Tuhan tetap menjadi sumber inspirasi.

Kedua, sisi negatifnya, Bush telah "memanipulasi" kebijakan politik yang sebenarnya bersifat sekuler dan duniawi seolah-olah seperti titah Tuhan. Karena dilakukan atas sabda dan bisikan Tuhan, Bush yakin betul bahwa serangan ke Afganistan dan Irak merupakan kebenaran (mutlak) tanpa sedikit keraguan. Memang bisa saja Bush membawa-bawa nama Tuhan sekadar untuk meyakinkan orang lain bahwa apa yang dia lakukan itu benar.

Di sini kita melihat sesuatu yang berbahaya. Kalau Bush menyerang Afganistan dan Irak atas nama Tuhan, secara simplistis bisa dikatakan orang yang melawan "kebijakan" tersebut sama artinya melawan sabda Tuhan, meskipun perlawanan juga dilakukan atas nama Tuhan. Di sini, orang bisa terjatuh pada peperangan yang sama-sama didasarkan atas nama Tuhan. Saya jadi teringat, ketika AS hendak melakukan serangan ke Irak, pemimpin agama-agama Indonesia mengadakan safari ke Roma menemui Paus Yohanes Paulus II. Lantas di mana Tuhan yang diperebutkan itu sebenarnya?

Dalam negara yang menerapkan demokrasi saja Tuhan dibawa-bawa untuk membenarkan tindakan "jahat" pemimpin. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana dengan negara teokrasi. Sejak awal, negara teokrasi memang dibentuk dengan filosofi oleh, dari, dan untuk Tuhan. Karena itu, seseorang menjadi kepala negara bukan karena mendapat mandat dari rakyat, melainkan karena mendapat titah Tuhan. Dia tidak bertanggung jawab kepada rakyat, tapi kepada Tuhan. Karena itu, kebijakan yang dikeluarkannya sama artinya dengan kebijakan Tuhan, dan orang yang melawan kebijakan itu berarti melawan titah Tuhan.

Dalam negara demokrasi, kemungkinan membawa-bawa nama Tuhan tetap saja ada, tapi sang pemimpin tidak bisa sepenuhnya memonopoli klaim ketuhanan, sehingga rakyat masih punya ruang untuk melakukan klaim atas nama Tuhan juga. Hal ini berbeda dengan negara teokrasi. Dalam negara teokrasi, Tuhan sepenuhnya dalam "genggaman" sang penguasa, sehingga rakyat tidak memiliki ruang untuk membuat klaim atas nama Tuhan. Tipe seperti inilah yang diungkapkan Ibnu Khaldun yang Machiavellian: "kekuasaan adalah kebenaran". Maka melawan kekuasaan atas nama kebenaran adalah sia-sia, karena kebenaran pada dirinya tidak dapat melahirkan dan menciptakan kekuasaan tandingan (Abdel Wahab el-Affendi, 1994).

Klaim atas nama Tuhan yang dikemukakan Presiden AS tentu saja dimaksudkan untuk membenarkan semua tindakannya, dari menyerang Afganistan dan Irak sampai membantu Palestina dan mendorong perdamaian di Timur Tengah. Ungkapan tersebut dapat ditafsirkan bahwa atas nama Tuhan bisa untuk spirit destruksi (peperangan), bisa juga untuk spirit perdamaian. Singkatnya, Tuhan bisa dijadikan klaim untuk melakukan "kejahatan" dan "kebaikan" sekaligus.

Hal demikian, menurut saya, tidak bisa dibiarkan karena peperangan atas nama agama juga disebabkan oleh kesesatan berpikir seperti ini. Bahkan para teroris yang, menurut kita, melakukan kejahatan juga melakukannya atas nama Tuhan. Teroris juga sering membajak ayat-ayat suci untuk melegitimasi kejahatan yang dilakukannya. Kalau sudah begini, apa bedanya yang dilakukan Bush dengan yang dilakukan teroris? Toh, semua dilakukan atas nama Tuhan.

Sampai di sini, proposisi Mark Juergensmeyer (2003) menarik untuk diangkat. Menurut dia, yang menarik di seputar terorisme agama adalah bahwa ia secara eksklusif bersifat simbolis dan dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa dramatis. Namun, tampilan atau pertunjukan kekerasan itu dibarengi dengan klaim justifikasi moral dan absolutisme agama.

Juergensmeyer tidak mengada-ada. Sejarah kekerasan dan terorisme dalam semua agama senantiasa menghadirkan nama Tuhan. Hal ini bisa dipahami karena kekuatan ide "atas nama Tuhan" ini sangat dahsyat. Kekuatan ini bisa melebihi semua klaim otoritas politik yang ada karena ideologi agama bisa diangkat sampai pada tingkat supernatural (supernatural heights). Pernyataan Bush sekaligus membenarkan kesimpulan Juergensmeyer ini bahwa ide-ide agama telah mengambil tempat tertentu dalam kultur kekerasan yang dilahirkan terorisme. Karena itu, meskipun kita menolak adanya kaitan agama dan terorisme, fakta historisnya berbicara lain.

Terakhir, saya yakin, pernyataan Bush akan segera ditarik dan dilipat dalam karpet, seperti ditariknya pernyataan dia tentang crusade (perang salib) setelah peristiwa 11 September. Namun, pernyataan ini sekali lagi membuktikan bahwa secara diam-diam kita masih sering "memanipulasi" Tuhan. Saya berharap, mudah-mudahan klaim "atas nama Tuhan" Bush tidak menjadi bagian dari tengara Diana L. Eck (2005) tentang Amerika baru yang religius. Sebab, religiositas sangat berbahaya jika diarahkan untuk membenarkan tindakan kekerasan.

*Penulis adalah Peneliti The Wahid Institute, Staf Pengajar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Tuesday, November 15, 2005 

Pengungkapan Cinta

Sebenarnya postingan ini sudah merupakan uneg-uneg lama sekali, terutama ketika saya masih tinggal di Indonesia. Setiap kali saya melihat sinetron di televisi, terutama sinetron keluarga, saya melihat pengungkapan cinta antara suami istri atau orang tua dan anak, dalam adegan sinetron-sinetron yang ada terlihat sangat kaku dan jelek. Ekstrimnya, dalam kehidupan sehari-hari sepasang suami istri tersebut (di dalam sinetron), hampir tidak ada adegan mesra yang menunjukkan rasa saling mencintai atau menyayangi.

Sebaliknya coba perhatikan dengan seksama, jika dalam sinetron keluarga yang diputar terdapat adegan kekerasan dalam rumah tangga, kita melihat hal yang sebaliknya. Adegan kekerasan baik psikis maupun fisik digambarkan secara gamblang dan jelas. Juga dalam sinetron-sinetron yang bertemakan intrik-intrik antar keluarga, kecurangan dan keculasan juga digambarkan dengan sangat jelas dan gamblang.

Ada yang tidak fair dalam menggambarkan 2 kondisi tersebut. Pengungkapan rasa cinta dan sayang seolah ditabukan sementara pengungkapan rasa benci, kekerasan dan kecurangan diperbolehkan. Alasan utamanya, mungkin, hal-hal yang berhubungan dengan pengungkapan rasa cinta dianggap sebagai sesuatu yang mengarah pada pornografi dan tidak sesuai dengan adat ketimuran. Lalu bagaimana dengan adegan kekerasan, keculasan, kecurangan dan sejenisnya?

Bagian ini sedikit keluar dari topik dan mungkin agak basi. Sebenarnya sudah lama saya ingin menuliskannya, hanya saja seringkali lupa. Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah pameran foto, Anjasmara dan Isabele Yahya yang berpose "telanjang" sebagai Adam dan Hawa menuai kritik dan bahkan dilaporkan ke polisi oleh FPI karena dianggap telah menghina Nabi Adam dan Islam. Alasan lainnya, dapat mencemarkan nama baik ustad, karena dalam beberapa sinetron Anjasmara berperan sebagai seorang ustad.

Saya sendiri tidak pernah melihat seperti apa gambar "telanjang" Anjasmara dan Isabele sebagai Adam dan Hawa yang menghebohkan itu. Namun saya sedikit penasaran dengan alasan FPI bahwa gambar itu menghina Nabi Adam dan Islam. Lalu saya coba untuk membaca ayat-ayat dalam Al-Quran yang berkisah tentang Adam dan Hawa, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 30-38 dan Al-A'raf ayat 11-25. Dalam Surat Al-A'raf ayat 22 saya membaca:

Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga...

Artinya, pernyataan bahwa foto itu menghina Nabi Adam dan Islam saya kira terlalu berlebihan, karena Al-Quran secara jelas menyatakan bahwa aurat-aurat mereka memang terlihat setelah mereka memakan buah yang dilarang Allah itu.

Alasan lain yang menyatakan bahwa foto itu akan mencemarkan nama baik ustad lebih tidak masuk akal lagi. Anjasmara hanyalah seorang aktor, kebetulan saja dalam sebuah sinetron ia dapat peran sebagai seorang ustad, tapi itu hanya peran. Seharusnya orang bisa membedakan antara kehidupan nyata dan dunia peran.

Kasihan sekali Anjasmara, karena dia sedang berperan sebagai seorang ustad, dan kebetulan ada tawaran lain untuk berperan sebagai penjahat, dia terpaksa harus menolaknya karena takut dituntut dan dilaporkan ke polisi dianggap mencemarkan nama baik ustad hanya gara-gara menerima tawaran peran sebagai penjahat. Padahal pekerjaan sehari-hari dia adalah aktor bukan ustad atau penjahat.

Monday, November 14, 2005 

Pertanyaan Kritis Seputar Agama

Menjelang hari Natal, di saluran TV anak-anak mulai disiarkan film-film yang bertema Natal. Salah satu yang kemarin saya tonton adalah film seri tentang Jesus yang disiarkan oleh KIKA berjudul Jesus and Josefine setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 20:15. Film ini berkisah tentang seorang anak bernama Josefine yang tinggal di Denmark yang kebetulan tanggal lahirnya bertepatan dengan hari Natal.

Memasuki bulan Desember, sekolahnya mulai mempersiapkan sebuah acara drama tentang kelahiran Jesus. Dalam mempelajari naskah-naskah drama, mulailah timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak Josefine berkaitan dengan kelahiran Jesus. Dua pertanyaan yang mengemuka dalam benaknya adalah: (1) hari lahir Jesus yang katanya jatuh di musim panas namun dirayakan di musim dingin, dan (2) benarkah Jesus itu anak Tuhan?

Josefine begitu penasaran dengan 2 hal tersebut, sehingga ia mencoba bertanya, baik kepada orang tuanya, gurunya, dan bahkan mengirim surat ke Gereja. Yang saya tangkap dari film tersebut, guru dan gereja tidak memberikan jawaban "memuaskan" atas pertanyaannya tersebut, sementara itu dialog (tanya jawab) dengan orangtuanya tidak bisa saya tangkap dengan baik. Satu yang menarik dalam film ini adalah kebiasaan Josefine yang selalu "mengobrol" dengan Tuhan setiap kali hendak pergi tidur.

Pertanyaan anak seperti itu juga terjadi dalam keseharian saya. Hasna, anak saya, di kelas 3 ini mulai mendapat pelajaran agama. Pelajaran pertama yang diperoleh di sekolahnya adalah kisah tentang Adam dan Hawa. Dalam kisah itu, hal yang menarik perhatiannya adalah tentang penggambaran Setan. Dalam kisah yang disampaikan gurunya, Setan digambarkan sebagai seekor ular. Lalu mengenai buah yang dimakan oleh Hawa, dalam kisah itu digambarkan sebagai buah apel. Sampai di rumah ia mencoba bertanya tentang itu: "Bagaimana kalau dalam Islam?". Mengenai buah apel, saya jadi ingat cerita seorang kawan tentang logo Apple (sebuah perusahaan komputer) yang katanya juga diilhami dari kisah Adam dan Hawa ini.

Sebenarnya, berdasarkan pengalaman saya, pertanyaan-pertanyaan seperti itu bukanlah dominasi anak-anak saja. Orang dewasa pun kadang memiliki pertanyaan yang sama dalam banyak hal mengenai agama. Dari semua pertanyaan yang ada, ada yang bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan, ada yang tidak.

Saya masih ingat, dalam pengajian mingguan yang saya suka ikuti di Masjid Indonesia -waktu itu pengajian diadakan menjelang hari Isra (perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Mi'raj (perjalanan menembus langit ke tujuh) Nabi Muhammad SAW- ada seorang peserta yang bertanya: "Kenapa yang dijelaskan/dikisahkan dalam Al-Quran hanya Isra-nya saja, sementara Mi'raj hanya ada dalam Hadits?" juga pertanyaan: "Apakah dalam proses Mi'raj, jasad Nabi Muhammad turut serta atau hanya ruhnya saja?". Pertanyaan yang sulit dijawab. Mungkin kita bisa menjawabnya, tetapi belum tentu memuaskan bagi yang bertanya.

Oh iya, mengenai pertanyaan-pertanyaan kritis seperti ini, kadangkala ada orang-orang tertentu yang menganggap atau mengecap si-penanya sebagai orang yang "tersesat" karena bertanya hal yang aneh-aneh. Akibat lebih lanjut, kadang ia akan diasingkan dan dijauhi oleh kawan-kawannya dalam pergaulan, bahkan mungkin diberi cibiran.

Friday, November 11, 2005 

PT. Pos Indonesia, Apa Kabar?

Pagi ini kembali ada sedikit rasa sewot dengan masalah per-pos-an di Indonesia. Surat penting istri saya yang sudah dikirimkan beberapa minggu yang lalu dari Hamburg ke Bandung tak kunjung sampai ke alamat tujuan. Hal ini bukan merupakan pengalaman pertama kami, tapi sudah yang ke sekian kalinya.

Sebelumnya, sekitar 3 tahun yang lalu, istri saya juga pernah mengirim paket kecil dari Hamburg ke Bandung melalui pos dan baru sampai di alamat tujuan setelah sekian bulan lamanya, dengan bungkusan yang sudah amburadul. Beberapa bulan yang lalu, saya pun pernah mengirim sebuah surat kuasa untuk urusan di kantor dari Hamburg ke Jakarta, dan sampai sekarang surat itu belum juga sampai ke tangan si penerima.

Anehnya, jika surat itu dikirimkan dari Indonesia ke Hamburg, alhamdulillah selalu sampai ke alamat. Artinya, besar kemungkinan, ada 'black hole' di per-pos-an Indonesia, yang siap menyedot surat-surat tertentu sehingga tidak akan sampai ke tujuan.

Memang, dalam masalah administrasi, ada dokumen-dokumen tertentu yang bisa kita kirimkan melalui attachment dalam e-mail atau melalui faksimil, tetapi jika sudah berhubungan dengan surat kuasa atau dokumen lain yang bermeterai, cara-cara tersebut adalah tidak mungkin karena ribetnya birokrasi di Indonesia yang mengharuskan surat-surat tertentu dibubuhi meterai sebagai legalitas.

Mengingat masalah per-pos-an ini, saya jadi ingat pada surat dari mantan sahabat pena saya ketika masih SMA dulu. Dalam akhir setiap suratnya ia selalu menuliskan: "jangan biarkan pak pos lewat di depan rumah dan mampir ke rumah tetangga". *nyambung nggak sih sama tulisan di atas? hehehe*

Wednesday, November 09, 2005 

Agenda Penting Hamburg

Hari Selasa dan Rabu, 8-9 November 2005, kota Hamburg memiliki dua agenda penting yaitu: mendaratnya pesawat terbesar di dunia, Airbus A380, untuk pertama kalinya di Finkenwerder, Hamburg dan berlabuhnya kapal pesiar Queen Mary 2 di pelabuhan Sungai Elbe, Hamburg.

Airbus A380 adalah pesawat berpenumpang terbesar buatan Airbus dengan kapasitas penumpang 555 orang (sementara Boeing Jumbo 747-400 hanya 390 orang), panjang 73 meter, tinggi 24,1 meter, dan bentangan sayap 79,8 meter (sumber: Wikipedia). Pendaratan di Finkenwerder, Hamburg ini merupakan rangkaian tur ujicoba yang dilakukan oleh Airbus A380. Pendaratan pertama dilakukan di Bandara Frankfurt pada tanggal 29 Oktober 2005 yang lalu.

Pendaratan pertama Airbus A380 di Finkenwerder, Hamburg tanggal 8 Nov. 2005 pkl. 14:20
(gambar diambil dari Wikipedia).


Sementara itu, kapal pesiar Queen Mary 2 adalah kapal pesiar terbesar di dunia yang dioperasikan oleh Cunard, sebuah maskapai pelayaran ternama. Kapal ini memulai debut pelayarannya sejak 12 Januari 2004 dari Southampton mengelilingi Samudera Atlantik. Kapal ini berharga $800 juta, memiliki panjang 345 meter, tinggi 72 meter, berat 151.400 ton, jumlah kru 1.253 orang dan mampu menampung penumpang sebanyak 2.620 orang.

Pendaratan kapal pesiar Queen Mary 2 di Hamburg tanggal 9 Nov. 2005 pukul 08:00
(gambar diambil dari Hamburg.de).


Rencananya kapal pesiar ini akan merapat di Hamburg selama 11 hari dan akan kembali melanjutkan pelayarannya pada tanggal 19 November 2005 pukul 05:00.

Friday, November 04, 2005 

Id Mubarak 1426 H

Kamis, 3 November 2005 kemarin, kami warga negara Indonesia yang tinggal di Hamburg sama-sama melaksanakan shalat Id di KJRI Hamburg. Shalat Id dimulai pukul 09:30 dengan Imam dan Khatib Bapak Ustadz Ibnu Jarir dari Indonesia yang kebetulan sedang berada di Berlin selama bulan Ramadan ini. Sejak pukul 08:00 para jemaah mulai berdatangan satu persatu dengan wajah yang ceria dan penuh senyum kegembiraan. Cuaca hari itu yang diramalkan hujan pun terlihat cerah dan terasa hangat, sepertinya turut bergembira menyambut datangnya hari kemenangan ini.

Alhamdulillah, shalat dan kutbah Id dapat berjalan dengan khusyu dan lancar. Dalam kutbahnya, ustadz Ibnu Jarir menyampaikan tentang makna fitri pada peringatan hari raya Idul Fitri. Kalau tidak salah, beliau menyampaikan 6 atau 7 makna fitri, sayangnya saya hanya ingat 1 saja yaitu fitri dalam beribadah (tidak tahu kenapa konsentrasi saya koq bisa melayang ya sampai tidak ingat makna fitri yang lainnya). Namun demikian, meskipun lupa, secara garis besar saya masih bisa sedikit menangkap benang merah dari kutbahnya tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa sebelum ruh manusia ditiupkan ke dalam jasadnya, mereka sudah bersumpah setia kepada Allah bahwa Allah lah tuhan mereka. Kondisi seperti itulah yang disebut sebagai kondisi fitri. Hanya saja, sejak keluarnya manusia (jabang bayi) dari rahim ibunya, Iblis (yang dilaknat oleh Allah) mulai menggoda manusia, sehingga akhirnya banyak manusia yang menjadi lupa dan ingkar akan sumpah setianya tersebut, sehingga lahirlah golongan orang-orang yang kufur (ingkar) dan syirik (menyekutukan).

Selesai kutbah Id, para jemaah saling bermaafan. Ada yang sekedar berjabat tangan, namun tak sedikit pula yang saling berpelukan. Selesai saling bermaafan, para jemaah mulai mencicipi hidangan kecil yang sudah tersedia di halaman belakang KJRI. Sementara itu, di dapur beberapa orang mulai menyiapkan hidangan untuk makan besar yang disediakan dalam dua meja panjang (satu untuk kaum perempuan dan satu lagi untuk kaum lelaki). Menunya adalah ketupat (plastik) atau nasi, lodeh sayuran, semur daging, semur ikan, kerupuk ngejreng (yang berwarna-warni itu lho, yang saya bilang ke Ni Londo kalau pewarna yang digunakan adalah pewarna untuk pakaian), apa lagi ya? koq lupa? Yang jelas, tidak ada menu ayam. Saya kurang tahu, apakah tidak adanya menu ayam ini ada hubungannya dengan kasus flu burung di Eropa atau tidak (tetapi memang sejak buka puasa bersama minggu terakhir di KJRI, menu ayam hilang dari peredaran). Antrian cukup panjang, karena para jemaah memang tidak langsung pulang seusai shalat Id. Oh iya, selesai acara makan siang, Ibu Konjen tak lupa memberikan bingkisan lebaran kepada anak-anak. Ada juga seorang anggota staf KJRI yang membagi-bagikan rokok Gudang Garam kepada para bapak, saya pun kebagian satu bungkus.

Saya dan keluarga tidak mengikuti acara sampai habis, SMP istilahnya: Sudah Makan, Pulang. Biasa, ingin bersantai dan bercengkrama di rumah. Oh iya, kalau di KJRI tidak ada menu ayam sama sekali, kami di rumah masih membuat opor ayam. Menu lebaran kami tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, adalah ketupat plastik, lodeh rebung, opor ayam, sambel goreng ati dan kering tempe. Semua buatan istri saya dan dibuat saat malam takbiran. Tak lupa, istri saya juga menyempatkan diri membuat kastengel dan putri salju. Hmm... sedap deh pokoknya...

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares