« Home | Kaki, Buah Menjelang Musim Dingin » | My new blog at WordPress » | Musim Dingin, Saatnya Tidur Panjang » | Salam Disingkat » | Nasib Malang Pendidikan Anak » | SMS Logat Bule » | Religiositas » | Pengungkapan Cinta » | Pertanyaan Kritis Seputar Agama » | PT. Pos Indonesia, Apa Kabar? » 

Thursday, November 24, 2005 

Musim Dingin, Malam Panjang

Di daerah tropis seperti Indonesia, panjang waktu siang dan malam antara musim hujan dan kemarau relatif hampir sama setiap tahunnya. Jika pun ada perbedaan, tidak lebih dari 1 jam lamanya. Hal ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi di daerah lintang menengah dan tinggi pada saat musim panas, dingin dan di antara keduanya.

Perbedaan lamanya waktu antara siang dan malam hari di lintang menengah dan tinggi ini terjadi karena posisi matahari yang berubah relatif terhadap bumi. Pada suatu saat ia berada di bumi belahan utara (BBU) dan di saat lain di bumi belahan selatan (BBS). Hal ini terjadi akibat sumbu rotasi bumi yang tidak tegak lurus garis edarnya alias membentuk sudut sebesar 23,5 derajat.

Ketika matahari tengah berada di BBU, maka lamanya siang hari di BBS akan menjadi lebih pendek, dan daerah-daerah lintang menengah dan tinggi (di BBS) tengah mengalami musim dingin. Sementara itu, di BBU sendiri siang hari akan mejadi lebih panjang dan di lintang menengah dan tinggi BBU tengah terjadi musim panas. Saatnya untuk berjemur mandi sinar matahari.

Saat ini posisi matahari tengah berada di BBS. Oleh karena itu daerah lintang menengah dan tinggi BBU tengah mengalami musim dingin. Pada saat terjadi musim dingin ini, lamanya malam hari akan menjadi lebih panjang dari siang hari. Sebagai contoh dan perbandingan, saya akan meninjau perbedaan waktu di kota Hamburg pada saat musim panas dan dingin.

Jika kita mendefinisikan malam hari sebagai waktu antara ketika matahari mulai terbenam hingga matahari akan terbit keesokan harinya, maka pada puncak musim panas di bulan Juli, lamanya malam hari di kota Hamburg adalah 7 jam, sedangkan sisanya yang 17 jam adalah siang hari. Sebaliknya, pada puncak musim dingin di bulan Desember, lamanya malam hari adalah 17 jam dan sisanya yang 7 jam adalah siang hari.

Pada bulan November ini, di Hamburg, matahari terbit pada pukul 07:00 dan tenggelam pukul 17:00 di awal November dan terbit pukul 08:00 serta tenggelam pukul 16:00 nanti di akhir November. Itulah sebabnya maka musim dingin merupakan saat tidur panjang bagi hewan dan tumbuhan, sebagai bentuk pertahanan diri mereka, berbeda dengan manusia yang diberi kelebihan untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang ada.

Untuk orang Islam, saat musim dingin adalah saat untuk selalu bersegera dalam melaksanakan shalat karena selang waktu antara shalat Duhur ke Asar dan Magrib ke Isa cukup pendek. Sebagai contoh pada bulan November hari ini, Subuh jatuh pada pukul 06:06, Duhur 12:07, Asar 13:54, Maghrib 16:15 dan Isa 17:59. Sebaliknya, pada saat musim panas, saya ambil contoh kondisi puncak musim panas di bulan Juli, justru jarak antara Isa dan Subuh yang cukup pendek. Subuh jatuh pada pukul 03:14, Duhur 13:27, Asar 17:44, Maghrib 21:33 dan Isa 23:21. Buat saya, musim panas adalah saat ketika shalat Subuh sering kesiangan :P

Dalam hal berpuasa, musim dingin adalah saat yang nyaman untuk berpuasa karena waktu siang yang pendek. Sementara itu, musim panas adalah musim yang penuh tantangan karena disamping waktu siang yang sangat panjang juga waktu dimana saatnya banyak orang berpakaian minim untuk mengurangi sumuk. Banyak godaan mata :D

Sejauh ini, melaksanakan puasa Ramadan di musim panas belum pernah kami alami. Tetapi istri saya selalu mencoba untuk berpuasa di puncak musim panas di bulan Juli dan alhamdulillah mampu untuk melaksanakannya. Artinya, lamanya siang di musim panas tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak berpuasa karena sebenarnya manusia diberi kemampuan untuk itu dan lagi Allah pasti tahu akan kapasitas dan kemampuan makhluk ciptaan-Nya. Mungkin yang agak repot adalah karena saat sahur dan buka yang berdekatan. Baru selesai buka puasa, eh sudah harus sahur lagi... :D

duh.. jadi pengen ngerasain 4 musim.. dulu belum puas rasanya.. cuman setahun di oz..
beberapa hari ini lagi pengen banget jalan2 ke luar negeri.. :(

jadi kalo puasa di musim dingin, kita nahan laparnya cuman 7 jam aja dong.. duh... ,bener nggak sih..siangnya kan cuman 7 jam..
enak ya, jadi mo ke utara sana deh... :)

@vi3: ya sok atuh jalan-jalan :D

@rahma: itu hitungan kasar kalau pakai definisi yg saya pakai untuk siang dan malam. kalau puasanya, ambil contoh dr subuh sampai maghrib di bln november ini ya 10 jam. kalau di puncak musim dingin ya 9 jam-an lah kira-kira... :D

tapi kalau di tempatnya mbak tika, ya lebih pendek lagi deh... betul nggak mbak tika?

wah Tinggal di Hamburg yaah..hmmkeren. salam kenal deh!

@anonymous: met kenal juga...

Iya waktu shalat musim panas itu aneh banget, dan dulu sangat terheran2 banget pas Mbakku bilang klo Magrib itu jam 21.00an dan Isya itu jam 23.00an. Yang parah banget klo lagi jalan2 naik bis, ehmm susah banget shalat, terpaksa tayamum dan shalat duduk...tapi itulah nikmatnya...
Tapi aku makin terheran2 pas baca waktu shalat musim dingin, wah cepet banget...

@mala: nggak ada mesjid yang ngumandangin adzan lagi, jadi bener2 harus berdasarkan kepedulian diri sendiri. jadi lebih menantang hidup ini...

karena enggak ada Adzan itulah yah jadi suka bingung sendiri, jam brapa yah Shalat
BTW pasti kangen deh dengeri Adzan di Indo...;)

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares