« Home | Salam Disingkat » | Nasib Malang Pendidikan Anak » | SMS Logat Bule » | Religiositas » | Pengungkapan Cinta » | Pertanyaan Kritis Seputar Agama » | PT. Pos Indonesia, Apa Kabar? » | Agenda Penting Hamburg » | Id Mubarak 1426 H » | Selamat Idul Fitri » 

Tuesday, November 22, 2005 

Musim Dingin, Saatnya Tidur Panjang

Saat ini di daerah lintang menengah dan tinggi bumi belahan utara (BBU) tengah memasuki musim dingin. Pohon-pohon sudah mulai mempersiapkan dirinya untuk tidur panjang dengan cara merontokkan daunnya. Ada beberapa pohon yang masih menyisakan daun-daunnya yang menguning. Salah satu pohon yang tetap berdaun hijau dalam udara yang membeku ini adalah pohon cemara. Mungkin itulah sebabnya maka ia terpilih sebagai pohon Natal. Demikian juga halnya dengan binatang. Saat-saat dingin seperti ini adalah waktunya untuk tidur panjang dalam sarang yang hangat, tanpa makan dan minum.

Di sekitar rumah yang kami tempati, pada saat musim panas akan banyak laba-laba memintal sarangnya dan beranak pinak. Anak-anak capung pun mulai berterbangan dalam jumlah yang cukup banyak. Di saat memasuki musim dingin seperti saat ini, laba-laba memintal dirinya di sudut-sudut jendela atau tembok, memulai tidur panjangnya. Kecuali untuk laba-laba yang ada di dalam rumah, karena suhu di dalam rumah akan dipertahankan oleh pemiliknya untuk tetap hangat dengan menggunakan alat penghangat ruangan. Pohon-pohon yang berada di dalam ruangan pun akan tetap berwarna hijau, karena suhu ruangan yang tetap hangat.

Pemandangan pada awal memasuki musim dingin terlihat kontras jika dibandingkan dengan musim-musim lainnya. Pada musim semi, keindahan utama terlihat dari mulai munculnya kuncup-kuncup muda. Pada musim panas, kuncup-kuncup berkembang menghijau disertai dengan bunga-bunga yang berwarna-warni. Memasuki musim gugur, bunga menjadi layu, dan dedaunan berubah memerah atau menguning sebelum akhirnya menjadi kecoklatan dan gugur. Pada musim dingin, tanpa adanya salju, pohon-pohon hanya menyisakan warna hitam kulitnya dengan tangkai-tangkai yang menyerupai jejari panjang. Jika tiba saatnya salju turun, warna putih yang indah akan mendominasi, menghamburkan cahaya ke segala arah, menciptakan suasana yang benderang dan menyilaukan. Sayangnya, di Hamburg musim dingin tidak selalu bersalju. Selama saya di sini, hanya pada tahun 2004 saja saya bisa mendapatkan salju yang cukup tebal yang turun lebat menjelang Natal. Selebihnya, hanyalah salju atau lapisan es tipis yang membuat jalan menjadi licin.

Buat manusia, saat musim dingin adalah saat memakai baju hangat, saat menyalakan penghangat ruangan atau saatnya untuk meminum minuman-minuman yang menghangatkan. Lebih banyak mengurung diri di tempat kerja atau beraktivitas di dalam ruangan, kecuali tentunya para atlit atau penggemar olah raga musim dingin .

Buat saya sendiri, memasuki musim dingin adalah saatnya untuk kedinginan. Sebagai manusia tropis, meskipun sudah hampir 3 tahun menetap di sini, musim dingin masih tetap agak menyebalkan. Kulit menjadi kering, kadang-kadang kalau bahan pakaiannya tidak cocok bisa terjadi iritasi dan gatal-gatal. Dan yang lebih dari itu, jadi males mandi seperti kambing. Tapi saya suka menghibur diri: "kambing yang jarang mandi saja bisa laku mahal, apalagi saya..." :D

loh koq meng-analogi-kan dengan kambing?

@rieke: hehehe... sapi sama kerbau masih suka mandi sih mbak, apalagi buaya... hahaha...

mas agus klo di hamburg paling dingin brapakah? klo saya disini pernah ngalamin dingin antara -28 sampai -35 yg suka salut itu dingin dan gelap tdk menghalangi orang2 sini untuk jogging ato berolahraga. klo saya yg memang pemales olahraga jadi excuse beneran deh. udara bagus aja males apalagi dingin... asli deh kek bruang pengennnya tiduuurrr :)

soal mandi, baru2 nyampe sini saya yg masih mandi dua kali sehari. tapi lama2 berkurang jadi sekali sehari itupun bukan pagi hari tapi sore atau malam hari. pernah juga dua kali sehari bis masih kecium bau harum sabunnya :D

mas fyi kemarin daku mampir sini tapi trus dilemparnya ke http:/// plus komen alamat error...

loh kog ga ada namanya?

barusan dari familjen dettmer ya mas agus :)

@tika: wah, nggak sampe -28, apalagi -35 mbak. paling banter 0 (tapi terasa -5 s.d. -10, ya di seputaran itu lah), tapi ya jarang-jarang juga mbak. salju juga jarang koq, makanya kasihan anak2 nggak bisa main salju...

iya, katanya kalau kasih komentar suka error tuh mbak. lg kedinginan kali ya? :P

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares