« Home | Foto Brussel » | Salju Pertama » | Musim Dingin, Malam Panjang » | Kaki, Buah Menjelang Musim Dingin » | My new blog at WordPress » | Musim Dingin, Saatnya Tidur Panjang » | Salam Disingkat » | Nasib Malang Pendidikan Anak » | SMS Logat Bule » | Religiositas » 

Monday, November 28, 2005 

Ombak yang di atasnya ombak

Pada postingan saya sebelumnya tentang Fakta Laut Dalam (Deskripsi Ilmiah An-Nur:40), ada satu poin yang belum saya uraikan secara lebih detail yaitu mengenai ombak yang di atasnya ombak.

Dalam bidang oseanografi, fenomena ombak yang di atasnya ombak dikenal sebagai gelombang internal (internal wave). Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka antara udara yang hangat dan dingin (lihat gambarnya di sini dan sini, karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan yaitu sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.

Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah hembusan angin, disamping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.

Sementara itu, gelombang internal terbentuk akibat adanya perbedaan rapat massa atau densitas air laut dengan gaya pembangkit yang dapat berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut. Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas, temperatur dan tekanan (silahkan klik pada masing-masing parameter tersebut untuk uraian yang lebih terperinci). Perbedaan densitas akan mengakibatkan air laut menjadi berlapis-lapis, dimana air dengan densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Kondisi ini akan menyebabkan adanya lapisan antar muka (interface) dimana jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.

Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut, kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar. Secara visual, ia baru bisa dilihat jika kita melakukan percobaan di laboratorium atau mengamatinya dari udara atau ruang angkasa dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing). Bagian terakhir inilah yang perlu kita garis bawahi dan mendapatkan perhatian lebih. Bagaimana sebuah fenomena alam yang dalam mengungkapkannya diperlukan teknologi yang canggih, sudah tertulis secara jelas dan eksplisit dalam Al-Quran sebelum teknologi itu ada.

Gambar-gambar tentang gelombang internal dapat dilihat di sini.

belum selese bacanya, nanti balik lagi buat diresapin^-^

terus kalau tsunami itu yg ombaknya berlapis juga?

klo gi main di pante saya ngertinya sebatas kapan ombaknya biasa aja sto kapan ombaknya tinggian. awam bener yak he he he...

tx loh mas agus to share it with us :) mesti diinget2 ini. btw klo orang keseret ke tengah laut yg bawa ombak yg mana ini mas?

+++ tika

@mayaa: thanks sudah mau ikutan baca.

@kusaeni: kalau tsunami itu masuk ke dalam kategori gelombang permukaan. pembangkitnya gempa di dasar laut.

@tika: kalau yang menyeret orang ke tengah laut itu arus lautnya mbak, yaitu arus yang dibangkitkan oleh ombak yang tegak lurus pantai dan biasa disebut sebagai arus tegak urus pantai (rip current). ombak yang membangkitkan arus ini juga masuk dalam kategori gelombang permukaan.

artikel tentang arus ini bisa dibaca di sini.

Ngomong - ngomong tentang ombak jadi inget laut. Ngomong2 tentang laut jadi inget study kelautan saya. Masih bisa diterusin ga yah :)

@oskar: lho Oskar ngambil studi kelautan dimana?

my opini: ombak di atas ombak adalah gelombang internal atau ombak yang berlipat-lipat ^-^.., sepertinya terdapat 'hikmah' dibalik lipatannya itu ya!? (maksutnya ttg 'ombak diatas ombak').. seperti 'cahaya di atas cahaya' gitu.. hayo temukan hikmahnya kang Agus!
www.sanggar-origami.com/mayaa

@mayaa: gelombang internal berperan sangat besar dalam sirkulasi di laut dalam, suatu sirkulasi yang sangat berperan dalam mengontrol iklim di bumi. uraian singkat ttg peran laut dalam mengontrol iklim di bumi dapat dibaca di sini.

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares