« Home | Nasib Malang Pendidikan Anak » | SMS Logat Bule » | Religiositas » | Pengungkapan Cinta » | Pertanyaan Kritis Seputar Agama » | PT. Pos Indonesia, Apa Kabar? » | Agenda Penting Hamburg » | Id Mubarak 1426 H » | Selamat Idul Fitri » | Lap Makan dari Kaos Bekas » 

Monday, November 21, 2005 

Salam Disingkat

Pada beberapa e-mail yang saya terima dari kawan-kawan, bagian awal dari surat biasanya adalah salam. Jika pengirim e-mail memiliki agama yang sama dengan saya (Islam), biasanya mereka akan menuliskan kata "Assalamu'alaikum wr. wb.". Ada banyak versi cara orang menuliskan salam pembuka itu. Ada yang menyingkatnya menjada AWW, ass. wr. wb., dan ass. namun ada juga yang menuliskannya tanpa disingkat.

Pada pemakaian salam yang disingkat menjadi AWW atau ass.wr.wb., mungkin masih agak sedikit enak untuk dilihat (meskipun saya kurang begitu sreg). Tapi baru-baru ini saya agak sedikit geleng-geleng kepala menerima e-mail dari seorang kawan yang jarang mengirimkan e-mail sebelumnya. Tulisan pertama dalam e-mailnya adalah:
Ass.
Selamat Lebaran.

Kalimat pertama bisa bermakna lain kalau dibaca oleh kawan yang berbahasa Inggris. Saya sendiri pun sedikit risih membacanya. "Sudah mengumpat, mengucapkan selamat lebaran pula", begitulah kira-kira kesan yang bisa ditangkap dengan kalimat pembuka itu. Untung saja kalimat kedua menggunakan Bahasa Indonesia, coba kalau menggunakan Bahasa Inggris. Atau, untung saja setelah kata Ass tidak disertai dengan tanda seru.

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares