« Home | Array, Matlab dan Fortran » | Penampilan baru » | Indonesia Idol » | Joke dari milis » | Manusia dan Matematika » | Riset, cara mempelajari ciptaan-Nya » | Heboh Blogger Diciduk Polisi » | Kalau punya uang banyak » | Pemandangan luar jendela » | Sepuluh Tahun Pernikahan » 

Thursday, December 15, 2005 

Guyonan

Guyonan adalah sebuah kegiatan makhluk hidup (manusia dan binatang, mungkin juga ada guyonan di tetumbuhan) yang mungkin sama tuanya dengan umur makhluk hidup itu sendiri. Pada binatang, kita bisa melihat guyonan ketika binatang sedang bercengkerama. Kucing guyonan sambil berlari, guling-guling dan mungkin mencakar dan menggigit satu dan lainnya. Guyonan binatang lain seperti anjing mungkin berbeda dengan guyonan kucing, maka dari itu anjing suka marah pada kucing karena mungkin punya persepsi yang berbeda dalam menilai sebuah guyonan. *hipotesis asal-asalan*

Pada manusia juga terjadi hal yang sama. Guyonan antara manusia atau kelompok manusia yang satu mungkin berbeda dengan guyonan kelompok manusia yang lain. Bahkan guyonan antara generasi juga mungkin berbeda. Oleh karena itu, kadang sering terjadi pertikaian yang mungkin berbuntut kekerasan yang dipicu oleh sebuah guyonan. Bahkan, lebih dari itu, terjadi permusuhan yang menurun lintas generasi.

Buat penerbit, guyonan bisa jadi uang. Maka dari itu kita bisa lihat di pasaran banyak beredar buku-buku guyonan seperti "Mati ketawa cara Rusia" dan seterusnya dan seterusnya. Tetapi, buat beberapa penguasa, guyonan bisa berarti bahaya laten. Maka dari itu, beberapa negara yang pemimpinnya tidak suka guyonan berlaku peraturan ekstra ketat untuk menghindari orang berguyon ria secara terbuka. Contoh jelas bisa dilihat di jaman Orde Baru yang baru lalu. Untuk itu pula, maka di dalam peraturan sebuah negara sering dibuat pasal yang dapat menjerat para peguyon yang dianggap kebablasan dan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan.

Masalahnya, di era teknologi informasi seperti sekarang ini, sebuah guyonan yang tadinya lokal ternyata bisa berubah menasional atau mendunia, dan ini bisa berakibat fatal bagi si sumber guyonan dan sumber yang diguyonin. Maka dari itu, sebelum mempublish sebuah guyonan yang melibatkan orang di luar komunitas, si pengguyon seharusnya berpikir berkali-kali baik dan buruknya serta resikonya. Hal ini perlu dilakukan karena tidak tertutup kemungkinan sebuah guyonan yang tadinya ditujukan pada kalangan terbatas dapat terforward pada pihak lain akibat ketidaktahanan seseorang untuk berbagi cerita lucu dengan kawan terdekatnya. Ibaratnya sama seperti seseorang yang menceritakan rahasia kepada sahabatnya dengan wanti-wanti "tapi janji ya, ini rahasia, jangan diceritain ke orang lain..." terus menyebar ke orang lain dengan wanti-wanti yang sama.

Jadi... ya harus pintar-pintar berguyon mungkin, terutama terhadap orang yang suka menanggapi guyonan secara serius.

Mati Ketawa Ala Rusia? Hahahahaa... gw memiliki buku ini dari SMP dan sampe sekarang masih ada dan udah butut buangeddd.. Hahahahaa...

Suka banget yg adegan perang 6 hari Israel itu. Amerika minjem Gen. Moshe Dayan dgn imbal pinjemnya Gen. Motors buat perang. Hahahahhaaa...

Yah. Balik lagi ke penangkapan blogger. Jika kita hidup dalam keteraturan, sangat sulit utk menikmati bagaimana indahnya dunia ini. Itu yg berlaku di Gen. Ryamizaard Ryacudu. Bokapnya 11-12 ama anaknya. Gak bisa senyum! :)

Presiden kita jg kayaknya terlalu akademik banget. Di akademi militer doi juga org yg disiplin. Kayaknya saraf humornya mesti dibanjiri joke 1000 ton baru lumer.

Lantas? Apakah negara kita harus dipimpin Komeng agar every body hepi? Hahahahaa...

Ini joke lho. Don't take it seriously. Ntar gw di ban pulak di rumah sampeyan. Haahahahhaa...

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares