« Home | Joke dari milis » | Manusia dan Matematika » | Riset, cara mempelajari ciptaan-Nya » | Heboh Blogger Diciduk Polisi » | Kalau punya uang banyak » | Pemandangan luar jendela » | Sepuluh Tahun Pernikahan » | Kisah seputar auditor » | Cerita hari ini » | Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah » 

Wednesday, December 14, 2005 

Indonesia Idol

Hari ini saya baca berita di detik.com tentang acara makan malam yang diadakan Wapres Jusuf Kala bersama tim Indonesia yang menjadi juara umum dalam The 2nd International Junior Science Olympiade (IJSO).

Menurut berita itu, acara dihadiri oleh para pemenang yang didampingi oleh orang tua masing-masing, pembimbing mereka Prof. Yohanes Surya, dan Mendikbud Bambang Sudibyo.

Dalam sambutannya Wapres Jusuf Kala mengatakan:
"Kalau ada Indonesia Idol, inilah Indonesia Idol sebenarnya. Mereka adalah kebanggan yang panjang".
Beliau juga berjanji akan tetap memprioritaskan sektor pendidikan dan memberikan perhatian lebih meskipun dengan keterbatasan yang ada saat ini. Lebih jauh lagi beliau mengatakan bahwa dalam 3 tahun ke depan semua sekolah yang rusak akan diperbaiki. Selain itu akan lebih banyak pula guru yang diangkat.

Semoga apa yang dikatakan oleh Wapres Jusuf Kala tetap diingat sampai akhir masa tugasnya, dan lebih dari itu dilaksakannya, karena sektor pendidikan adalah salah satu bagian terpenting dari pembangunan bangsa.

Tetapi, mengenai ungkapan Indonesia Idol yang disampaikan oleh Wapres, sebenarnya kita tidak bisa mengotak-kotakan bahwa hanya anak-anak yang berprestasi dalam bidang sains saja yang layak disebut sebagai Indonesia Idol sebenarnya karena setiap manusia memiliki potensi yang berbeda-beda.

Selayaknya semua anak bangsa yang membawa harum nama bangsa dalam bidang apapaun di kancah lokal, nasional, regional, dan internasional layak dijadikan Indonesia Idol dan mendapat perhatian serta penghargaan yang layak. Tetapi yang lebih penting dari itu saat ini adalah kita bisa memiliki Indonesia Idol dalam bidang kepemimpinan, karena sejujurnya saja, kita sudah memiliki banyak juara olimpiade sains, juara olahraga, juara dalam bidang seni, dll (meskipun sejauh ini banyak dari mereka yang tidak mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak). Tinggal juara dalam bidang kepemimpinan ini yang masih langka.

Betul tidak Pak?

Setuju.

Anggaplah beliau apreciate dgn dunia pendidikan agar generasi muda kita gak mencari jalan pintas utk mengedepankan kehidupan materi.

Seorang dgn kaliber Dustin Hoffman dan Al Pacino saja tidak ingin kelak generasinya (anaknya, red) mengikuti jejak langkahnya. Krn beliau2 ini tau gimana jalan yg mereka tempuh dulunya hingga jadi spt sekarang.

But, no pain no gain. Ada banyak jalan dgn banyak konsekuensi. Tergantung bagaimana org2 tersebut menyikapinya dan menjalaninya.

Gw suka banget topik ini BTW.

Very cool design! Useful information. Go on!
pay my bill allergies

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares