« Home | Banjir lumpur karena kesalahan Lapindo? » | Pemanasan global dan overheating » | Carbon sinks » | Bola, Bir, dan Demam Piala Dunia » | Banjir Lumpur Sidoarjo » | One of the global warming effect » | Positive thing of Krakatau eruption » | WordPress Guides » | Bird flu reaches Africa » | Index finger and tongue » 

Tuesday, June 20, 2006 

Banjir lumpur hanya dianggap sebagai bencana?

Saya kurang begitu sreg dengan langkah yang telah dan akan diambil oleh Menteri ESDM berkaitan dengan kategori yang diberikan pada kejadian banjir lumpur dan pemberian kompensasi kepada para korban di Kabupaten Sidoarjo. Dalam berita detik.com yang berjudul "Menteri ESDM: data korban lumpur harus akurat", kejadian ini hanya dikategorikan sebagai bencana. Padahal sebenarnya masih terbuka peluang bahwa kejadian ini dapat dikategorikan sebagai sebuah kelalaian kerja (mal praktek) yang telah dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas.

Pengakuan awal dari rekanan PT. Lapindo yang mengatakan bahwa PT. Lapindo tidak melaksanakan rekomendasinya dalam proses pengeboran seharusnya mampu "merangsang" pemerintah untuk bertindak proaktif mencari bukti-bukti yang mendukung dan jangan buru-buru hanya menganggapnya sebagai bencana belaka.

Antara bencana dan kelalaian kerja tentu punya definisi dan konsekuensi yang berbeda. Jika kejadian itu hanya dianggap sebagai bencana, maka hanya sedikit yang bisa dilakukan oleh korban dalam menuntut hak-haknya atas kerugian moril dan materiil yang telah diderita. Tetapi, jika kejadian ini dapat "diperjuangkan" sebagai sebuah kelalaian kerja, maka korban bisa menuntut lebih dari sekedar acuan yang digunakan oleh Menteri ESDM (yaitu ketentuan dari Bakornas PB). Terlebih lagi, dalam berita lainnya, General Manager PT. Lapindo Brantas hanya akan memberikan "santunan" kepada para korban, yang saya kira santunan ini juga tidak akan jauh-jauh dari ketentuan Bakornas PB.

Kalau sudah melihat gelagat seperti ini, sepertinya upaya hukum dari lembaga yang bernama "pemerintah" untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan keteledoran pemilik modal hampir tidak ada sama sekali. Memang rakyat yang menjadi korban dari persitiwa ini akan cukup berterimakasih karena telah mendapat "santunan", tetapi santunan yang diberikan adalah sekedarnya saja dan pihak yang lalai sepertinya akan bisa bernafas lega setelah itu.

Mudah-mudahan dugaan saya salah! Amin!

apa enaknya ya senang diatas penderitaan orang lain...ya nggak pak :)

apa kabar nih? salam buat keluarga ya

mampir tempat saya mas

Itu dikarenakan P.T. Lapindo gak mau dengarkan rekanannya, sebenarnya rekanannya bilang klo urusan ngebor sebaiknya di berikan pada ahlinya yaitu Inul Dara Tista

Hanya ALLAH yang bisa menghentikan bencana itu, secanggih apa pun peralatan teknologi yang dikerahkan tak akan dapat mengatasi nya.

Mari kita perbanyak dan perpanjang doa doa kita, sholat taubat, mohon ampun kepada ALLAH, mohon hentikan bencana.

Kita manusia ini terlalu sombong dengan kehebatan teknologi dan teori teori, tidak mau sujud, apalagi mengakui KEHEBATAN ALLAH, Maha JALAL NYA ALLAH.

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares