« Home | Banjir Lumpur Sidoarjo » | One of the global warming effect » | Positive thing of Krakatau eruption » | WordPress Guides » | Bird flu reaches Africa » | Index finger and tongue » | Hydropolis: The First Undersea Hotel » | Meteorologist vs Oceanographer » | Are sea foods still good for you? » | Clever and Smart » 

Wednesday, June 14, 2006 

Bola, Bir, dan Demam Piala Dunia

Orang Jerman memang banyak yang suka bola. Kesukaan mereka akan bola mungkin sama dengan kesukaan mereka akan bir. Bahkan bir adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh para penyuka bola tersebut, sambil nonton bola tentunya, baik itu nonton di televisi di rumah atau di kafe ataupun langsung di stadion bola. Kalau di Indonesia, mungkin sama lah seperti penggila bola yang suka lembur nonton Liga Eropa sambil nyeruput kopi! Eh tapi kalau di stadion, masa penonton Indonesia nyeruput kopi juga waktu nonton Liga Indonesia?

Kedai bir sendiri ada dan tersebar di mana-mana di Jerman. Kalau di Bandung mungkin hampir sama lah dengan penyebaran warung Indomie rebus dan penjual gehu. Bir juga dijual bebas di super market. Biasanya kalau hari Sabtu saya belanja ke super market, banyak tuh orang-orang Jerman yang beli bir dalam jumlah yang cukup banyak (minimal 1 krat lah). Di akhir jam kerja di hari Jumat sendiri, banyak kedai-kedai bir yang dipenuhi oleh para pekerja sambil minum bir, mungkin hampir sama banyaknya dengan orang-orang yang antri karcis kereta Parahyangan di stasiun Gambir. Oh iya, kalau di Indonesia iklan rokok biasanya banyak mengisi space iklan acara sepak bola, nah kalau di Jerman justru iklan bir yang suka ngisi spacenya.

Kenapa bir disukai, padahal kan rasanya pahit? saya nggak tahu pasti, mungkin karena enak rasanya buat mereka ya? Kata kawan saya, orang Jerman suka minum bir karena mereka ingin menghemat pemakaian air. Garing ya kawan saya itu? Emang!

Kembali ke bola, di Piala Dunia 2006 ini banyak orang Jerman yang juga suka nonton bola bareng. Banyak tempat-tempat strategis yang dipasangi TV raksasa, baik itu di tempat terbuka ataupun tertutup. Bahkan, kemarin pagi saya lihat berita di salah satu stasiun TV Jerman ada TV besar dipasang oleh seorang uskup, sepertinya di gereja di sekitar St. Pauli Hamburg, dengan spanduk cukup besar bertuliskan "Balleluja", pelesetan dari kata "Haleluja". Di ruang audimax Universitas Hamburg juga ada layar TV besar yang dipasang untuk tempat nonton bareng para mahasiswa, dosen dan peneliti. Di KJRI Hamburg sendiri ada layar lebar yang dipasang untuk nonton piala dunia, menggunakan LCD projector yang dihubungkan ke notebook yang dilengkapi dengan antena digital yang dicolokin lewat USB. Supaya tambah seru, digunakan juga sound dengan subwofer, sehingga suasana stadion bisa cukup terasa di sana. Supaya tambah seru, pas nonton ada juga yang menggunakan kaos kesebelasan kebanggan mereka.

Demam bola memang sedang melanda Jerman, dan juga dunia! itu tidak bisa dipungkiri. Asesori Piala Dunia dan semua yang berhubungan dengan bola juga ada di mana-mana, mulai dari topi, bendera, kaos, sendal, payung, makanan, dan lain-lain. Happy mealnya McD saja tentang Piala Dunia. Mall-mall yang biasanya buka hanya sampai pukul 8 malam, di saat Piala Dunia berlangsung buka hingga pukul 10 malam. Hari Minggu yang biasanya mall-mall tutup, juga buka. Suasana kota yang biasanya cukup sepi pada hari libur akhir pekan, berubah menjadi ramai dan penuh dengan hiruk pikuk bola dan Piala Dunia. Orang-orang dengan kaos dan asesori piala dunia dan bola "bertebaran" dan "beredar" di mana-mana dengan keunikan masing-masing. Anak-anak termasuk golongan yang bergembira menikmati demam Piala Dunia ini.

Satu hal yang ajaib, cuaca di Jerman sebelum piala dunia berlangsung selalu mendung, hujan serta dingin. Aneh bin ajaib, H-1 sebelum perhelatan akbar piala dunia berlangsung, cuaca di seluruh Jerman berubah seketika menjadi cerah ceria dan hangat, sampai hari ini. Sepertinya, alam di Jerman suka dan menyambut baik Piala Dunia ini seperti juga sebagian besar penduduknya. Awan mendung, hujan dan cuaca dingin suka dengan permainan bola dan tak ingin penduduk Jerman terganggu keasyikannya menonton dan menikmati bola bersama-sama.

Bagaimana dengan di Indonesia? yang saya tahu, ada Piala Dunia, eh ada mbak Titik di SCTV! Eh tapi itu kemarin-kemarin, sebelum diprotes penonton maksudnya!

Bapak Muslim bukan? kalau iya, banyak Istighfar pak, banyak mohon ampun pada ALLAH, sepak bola adalah majelais lalai, majelis yang tidak disukai ALLAH, sekali pun disukai seluruh penduduk bumi.

Kenapa ALLAH tidak suka? karena didalam nya tidak ada yang membicarakan kebesaran ALLAH, dan itu hanay permainan yang sama sekali tidak ada manfaat nya, semata hanya menurutkan hawa nafsu.

#anonym:
wah, kalau istighfar sih nggak usah nunggu sampai ada piala dunia atau pertandingan bola, bisa kapan saja...

tidak ada yang salah dalam pertandingan bola, karena itu hanya sebuah permainan olah raga saja. jadi, tidak ada alasan untuk membenci bola selama kita menganggapnya hanya sebagai bagian dari bidang olah raga. dan karena bola bagian dari olah raga, jelas ada manfaatnya yaitu menyehatkan badan (kalau kita main bola, bukan nonton bola).

yang tidak bagus itu kalau pemain bola suka ngamuk dan memukul pemain lawan atau wasit. atau penonton yang pulang nonton bola sambil ngamuk merusak apa yg ada di sekitar stadion dan jalan menuju ke rumah mereka.

Kaya nya saya yang mesti banyak istighfar nich pak, maafin saya ya pak, kata kata saya terlalu kasar mungkin, duh.... Ampuni ya ALLAH hamba mu yang lemah ini.

>>>>>Satu hal yang ajaib, cuaca di Jerman sebelum piala dunia berlangsung selalu mendung, hujan serta dingin. Aneh bin ajaib, H-1 sebelum perhelatan akbar piala dunia berlangsung, cuaca di seluruh Jerman berubah seketika menjadi cerah ceria dan hangat, sampai hari ini. Sepertinya, alam di Jerman suka dan menyambut baik Piala Dunia ini seperti juga sebagian besar penduduknya. Awan mendung, hujan dan cuaca dingin suka dengan permainan bola dan tak ingin penduduk Jerman terganggu keasyikannya menonton dan menikmati bola bersama-sama.<<<

---->>>Bukan berarti ALLAH ridho dengan permainan dan pesta seperti ini, Demi DZAT yang seluruh nyawa manusia ada dalam genggaman-NYA, tak sedikit pun pesta ini ada manfaatnya baik buat kehidupan dunia maupun akherat.<<<----

# anonym:

anda berkata:
"Bukan berarti ALLAH ridho dengan permainan dan pesta seperti ini, Demi DZAT yang seluruh nyawa manusia ada dalam genggaman-NYA, tak sedikit pun pesta ini ada manfaatnya baik buat kehidupan dunia maupun akherat"

biarkanlah urusan Allah tetap menjadi urusanNya, kenapa anda begitu "ribut" ingin mencampuri urusanNya, mencoba "membaca" jalan pikiranNya yang anda sama sekali tidak mengetahuinya secuilpun tentang itu.

yang saya sampaikan di sini hanyalah sebuah fenomena yang terjadi di dunia ini, fenomena yang subjek dan objeknya manusia. janganlah terlalu berlebihan menilai sesuatu, apalagi dengan "meminjam" jalan pikiran Allah.

anda memang wajib beristighfar karena sudah terlalu berlebihan dalam hal ini. bahkan terkesan anda ingin menjadi "juru bicara" Allah atau bahkan "merebut" wewenang yang hanya milik Allah itu!

""manusia itu dihadirkan ke bumi sebagai khalifah. bekal utk menuju tempat yg nantinya manusia akan hidup kekal itu diperoleh dan dicarinya di dunia. membahas apa yg ada di dunia akan bermanfaat besar dalam mencari dan mengumpulkan bekal itu.""

Ini yang benar pak, tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran yang memerintahkan kita untuk main bola, apalagi membuat pesta besar besaran untuk melaksanakannya...

Manusia diciptakan ke muka bumi ini hanya untuk beribadah dan menjadi khalifah.. bukan main bola..

#anonym:
astagfirullah, sebegitu bencinyakah anda pada orang yang main bola?

main internet pun tidak diperintahkan dalam satu ayatpun di Al-Quran, lalu kenapa anda berinternet? janganlah suka bermain kata-kata yang tidak perlu...

Lewat internet saya ingin buat dakwah, memang tidak ada perintah ALLAH untuk berinternet.

Tapi ALLAH perintahkan dalam AL-QURAN kita harus buat dakwah.

Setelah Rasulullah wafat, tak akan diturunkan lagi nabi, maka tanggungjawab dakwah ada dipundak kita ini ummat akhir zaman, pak.

Mengajak bapak sedikit berfikir, agar ada kerisauan, mengapa ummat akhir zaman ini menjadi lalai, perempuan perempuan buka aurat dimana-mana, majelis lalai ada dimana mana, manusia tidak taat lagi kepada ALLAH.

Okelah di Hamburg masjid penuh, tapi di Indonesia?? ditempat lain di berbagai penjuru dunia?? tiap hari ribuan orang mati tanpa dapat mengucapkan kalimah LAA ILAAHA ILLALLAAH... ini yang mestinya jadi pikiran kita pak...

Pertama2 saya mo salamin mas Agus, numpang lewat di blog mas yaaa..

Bapak anonym (saya asumsi anda laki2):

Saya juga sependapat dengan mas Agus, pak anonim sudah kurang mawas diri dengan mengaku sebagai juru bicara Allah terhadap urusan yang bapak sama sekali tidak tahu detil2nya. Saya bermaksud diam saja tadinya tapi jadi marah ketika melihat Anda merasa yang paling benar dan mengharamkan main bola -- saya merasa Anda justru merendahkan Allah dan Rasulnya. Kita khalifah Allah, bukan khalifah bapak anonym.. jangan anggap diri anda berbicara atas nama seluruh Muslim di dunia ini.

Bapak bukan ahli sepak bola. Bapak tidak memperkenalkan diri, bapak asal memvonis orang, dan satu lagi (rujuk cuplikan di atas) dengan omongan bapak yang off topic di blog ini dan tidak memberi solusi apa pun, bapak membentuk image jelek tentang orang Islam yang kolot, yang No Action Talk Only. Maaf, biarpun ada sedikit kebenaran di dalam perkataan2 anda, anda tidak mengatakannya dengan cara yang baik.. dan sebagai akibatnya, akan ada pembaca blog ini yang makin punya image jelek tentang Islam.

Mudah-mudahan, ini cuma karena kurang pengalaman berinternet. Saran saya, kunjungi islamonline.net dan baca forum2nya untuk melihat contoh bagaimana memberi nasehat yang baik dan pada tempatnya. Kalau para konsultan di website tersebut memberi nasihat sebagaimana anda memberi nasihat, saya rasa website tersebut sudah lama ditinggalkan.

Dan saya sarankan agar jangan punya prasangka buruk kepada seseorang atau sesuatu yang anda tidak mengetahui hakikatnya. Ini saran saya sebagai seorang Muslim kepada anda yang juga Muslim, yang mengharap agar anda improve.

Tau

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares