« Home | Carbon sinks » | Bola, Bir, dan Demam Piala Dunia » | Banjir Lumpur Sidoarjo » | One of the global warming effect » | Positive thing of Krakatau eruption » | WordPress Guides » | Bird flu reaches Africa » | Index finger and tongue » | Hydropolis: The First Undersea Hotel » | Meteorologist vs Oceanographer » 

Saturday, June 17, 2006 

Pemanasan global dan overheating

Pada postingan yang lalu (16 Februari 2006) saya me-link sebuah berita dari Science Daily tentang dampak pemanasan global terhadap kawasan Eropa. Disebutkan bahwa pemanasan global akan menyebabkan membekunya Eropa. Hal ini terjadi karena melemahnya proses downwelling di sekitar Greenland akibat semakin banyaknya es di kutub utara yang mencair. Penjelasan agak lengkap tentang hal ini dapat dilihat pada postingan saya yang lain dengan judul Pemanasan Global dan membekunya Eropa.

Isu melemahnya downwelling dan semakin banyaknya es yang mencair di kutub utara ini sendiri termasuk dalam kategori yang banyak dibicarakan di Jerman, baik itu di media massa maupun di seminar-seminar ilmu kebumian di Universitas Hamburg. Bahkan pada tanggal 2-3 Maret yang lalu, ada seminar khusus yang membahas tentang "signal peringatan dari kutub".

Selanjutnya, berdasarkan berita yang saya link tersebut, ada beberapa kawan yang mencoba bertanya tentang apa yang akan terjadi dengan adanya pemanasan global dan melemahnya downwelling di sekitar Greenland terhadap wilayah tropis (salah satunya adalah wilayah Indonesia)?

Great Ocean Conveyor Belt (Sumber: http://www.grida.no)

Gambar di atas adalah apa yang biasa disebut orang sebagai great ocean conveyor belt (biasa saya terjemahkan sebagai sabuk arus laut global). Wilayah di sekitar Greenland adalah tempat dimana terjadi sinking (turunnya massa air laut yang berdensitas tinggi akibat adanya proses transfer energi panas dari laut ke atmosfer melalui pembekuan air laut, dari proses ini terjadi pelepasan kandungan garam). Proses sinking ini merupakan gaya pembangkit utama terjadinya sirkulasi termohalin (sirkulasi yang disebabkan oleh perbedaan densitas air laut). Sabuk arus laut global ini pula yang berperan dalam terjadinya gerakan massa air laut di permukaan dari Samudera Pasifik menuju ke Samedera Hindia melalui wilayah Indonesia yang dikenal sebagai Arus Lintas Indonesia (Arlindo) atau Indonesia Throughflow.

Jika melihat mekanisme sabuk arus laut global (great ocean conveyor belt) tersebut, maka jawaban sederhana dari pertanyaan kawan-kawan adalah akan terjadi apa yang disebut dengan overheating di daerah tropis. Artinya, kawasan tropis akan menjadi semakin panas saja karena transfer energi panas dari matahari yang tersimpan di laut dari daerah tropis ke lintang tinggi akan melemah seiring dengan melemahnya downwelling di sekitar Greenland. Kondisi ini juga akan berpengaruh terhadap pola curah hujan, dimana proses pembentukan awan akan semakin intensif, sehingga musim hujan yang panjang dengan curah hujan yang tinggi bisa terjadi. Akibat lebih lanjut, banjir bisa terjadi di mana-mana di seluruh daerah tropis.

Setiap bahasan anda tentang dunia selalu berdasar pada teori akal, dan teknologi, sedikit pun anda tidak pernah menambahkan campur tangan ALLAH dalam menciptakan, memelihara, dan mengatur dunia ini, anda begitu yakin dengan teknologi, sehingga melupakan sesuatu yang MAHA BESAR, MAHA TAHU, MAHA PINTAR, cobalah berpaling sejenak dari teori teori yang selalu anda bangga bangga kan itu...

Manusia ini lemah pak, bahkan untuk mengedipkan kelopak mata pun kalau tanpa izin ALLAH kita tak kan kuasa melakukannya.

Maaf kan saya...

Saya cuma seorang saudara, yang karena adanya ikatan kalimah LA ILAAHA ILLALLAAH wajib saling mengingatkan...

Kaum kaum terdahulu ALLAH hancur kan karena pertanian (Kaum SABA'), kekayaan (QORUN) , jabatan (HAMMAN) Kekuasaan (FIRAUN)...

Apakah kita akan dihancurkan juga oleh ALLAh karena teknologi yang kita bangga banggakan ini....????

#xxxxx:
Ilmu pengetahuan yg diketahui dan berkembang dalam peradaban manusia didasarkan pada apa yg diamati manusia dari ciptaanNya. Manusia mempelajari dan memahami alam ciptaan Allah berdasarkan pada akal yg telah dikaruniakan Allah kepadanya. Selanjutnya, dengan akalnya itu, manusia mencoba menyusun semuanya itu ke dalam teori-teori ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kebaikan manusia itu sendiri. Tidak ada yg salah dalam semua proses itu.

Allah itu konsisten dengan hukumNya. Jika Allah mengaruniakan kepada kita hutan, dan kita tidak menjaga hutan itu, menebangnya dengan sembarangan, maka ketika hujan akan terjadi banjir dan tanah longsor. Manusia mengetahui hal itu berdasarkan pada apa yg mereka amati di alam ciptaanNya. Apa yg disusun manusia dalam ilmu lingkungan, ilmu tentang hutan, dll didasarkan pada pengamatan itu. Apa yang salah jika manusia mencoba mengembangkan ilmu pengetahuan, mencoba menganalisisnya berdasarkan ilmu pengetahuan? toh ilmu pengetahuan itu asalnya dari hukum Allah juga.

Teori tentang apa yg saya tulis dalam artikel ini juga didasarkan pada pengamatan manusia selama puluhan tahun akan laut ciptaanNya. Manusia mencoba untuk mengerti dan memahami apa yg terjadi di lautan ciptaanNya itu dengan melakukan pengamatan-pengamatan dan pengukuran-pengukuran, menganalisisnya dan menyusunnya dalam teori-teori yg dikenal sebagai oseanografi.

Campur tangan Allah jelas hal yg tidak perlu diperdebatkan dan diragukan lagi dalam mempelajari alam ciptaanNya itu, karena memang yg kita pelajari adalah ciptaanNya. Apa yang salah dengan mempelajari ciptaanNya dan menyusunnya dalam teori-teori ilmu pengetahuan? Apakah karena dalam teori2 itu kita tidak menyebutkan kata Allah secara eksplisit? Naif sekali kalau begitu?

Coba anda baca artikel saya lainnya di sini, insya-Allah anda akan paham bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi itu sebenarnya disusun dan bagaimana saya pandangan saya tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tapi pak, teknologi dan pengetahuan itu saat ini berkembang hanya menjadi sarana manusia untuk memuaskan hawa nafsu nya belaka.. tidak sedikit pun teknologi itu membuat manusia menjadi semakin takut dan taat kepada ALLAH, coba bapak lihat, MESJID kosong, yang penuh dengan manusia malah stadion sepak bola, mal, pasar pasar, pantai, tempat pemandian...

ALHAMDULILLAH Saya sedikit dapat membaca keinginan ALLAH dari KALAM NYA dalam AL-QURAN dan dari kejadian kejadian yang terjadi belakangan ini di indonesia dari mulai tsunami, gempa bumi, banjir lumpur...

Saya juga ingin bapak dapat membaca apa sesungguhnya keinginan ALLAH dari teori-teori dan Fenomena Alam yang sering bapak bahas...

#anonym:
siapa bilang masjid kosong? di kompleks anda mungkin. di Hamburg, Jerman, masjid hampir selalu penuh di setiap saat shalat fardhu.

tidak semua orang seperti yg anda pikirkan, dan bukan hanya anda saja di dunia ini satu2nya orang yg taat kepada Allah. banyak orang yang baik, sholeh, ikhlas, tawakal, takut dan beriman kepada Allah di dunia ini.

Assalamualaikum...

Saya mohon maaf ya pak....
saya ini emang gak tau diri
tapi sungguh pak, semua itu karena kekuatiran saya, sebagai hamba ALLAH yang bodoh, terhadap keadaan manusia menjelang akhir zaman ini.

Jangan sampai kita menyembah berhala berhala baru yang bernama teknologi

XXXXXX:
Kaum kaum terdahulu ALLAH hancur kan karena pertanian (Kaum SABA'), kekayaan (QORUN) , jabatan (HAMMAN) Kekuasaan (FIRAUN)

Salah!
Kaum yang anda sebut adalah orang-orang yang diberikan rezeki, tetapi tidak menggunakan rezekinya dengan baik malah menggunakan rezekinya untuk menzalimi orang lain.

Seperti halnya anda, XXXXXX, diberikan rizqi berupa aql tetapi tidak mau menggunakannya. Anda tidak mau diajak berpikir melainkan hanya mengikuti orang-orang tua sebelumnya. Anda berbicara yang anda sendiri sebenarnya tidak mengetahui dan hanya berdasarkan prasangka anda.

TAHUKAH ANDA KALAU SIKAP SEPERTI ANDA YANG DICERCA OLEH ALLAH SWT DALAM ALQURAN?! Tahukah anda kalau sikap seperti ANDA yang menjerumuskan kaum muslimin ke dalam kegelapan?!

Anda benar, kita tidak boleh memberhalakan ilmu pengetahuan. Sebagai muslim, kita wajib menggunakan ilmu pengetahuan kita untuk kebaikan umat.

Akan tetapi, sikap anda yang hanya menduga-duga, menerka-nerka kaitan antara satu fenomena dengan fenomena lain tanpa dasar ilmu, sikap anda yang menolak untuk berpikir, maka sesungguhnya tanpa anda sadari, anda telah terjebak memberhalakan takhyul, sesuatu yang menjadi kritikan keras oleh Allah SWT.

Naudzubillah min dzalik

"""Anda tidak mau diajak berpikir melainkan hanya mengikuti orang-orang tua sebelumnya."""

Orang-orang terdahulu inilah justru orang yang sukses pak, sebagaimana ABU BAKAR RA.; UMAR RA.; USMAN RA; ALI RA dan sahabat sahabat Rasulullah lainnya.

Kalau kita mengikut mereka kita akan sukses juga, karena mereka telah dijamin SURGA oleh ALLAH SUBHAANAHU WATA'ALA dengan.

Mereka tidak ada yang tamat universitas tinggi, mereka orang bodoh dan jahiliyah tapi karena ALLAH Ridho kepada mereka dan mereka Ridho kepada ALLAH dalam waktu cuma 23 tahun mereka jadi orang sukses.

Lantas siapa lagi yang harus kita ikuti kalau tidak mereka?

Lantas siapa yang harus jadi panutan kita?

Mengikuti mereka sudah ada jaminan, Garansi! SURGA nya ALLAH SUBHAANAHU WATA'ALA

Lantas kalau tidak mengikuti mereka mengikuti siapakah kita???

"""Akan tetapi, sikap anda yang hanya menduga-duga, menerka-nerka kaitan antara satu fenomena dengan fenomena lain tanpa dasar ilmu, sikap anda yang menolak untuk berpikir, maka sesungguhnya tanpa anda sadari, anda telah terjebak memberhalakan takhyul, sesuatu yang menjadi kritikan keras oleh Allah SWT."""

Saya tidak menduga duga pak, apalagi menerka nerka, saya cuma YAKIN fenomena itu semua terjadi karena kehendak ALLAH, sebagai peringatan bagi kita semua.

Percaya dan yakin atas kehendak ALLAH bapak bilang tahayul kah????

#anonym:
"orang-orang tua" yang dimaksud oleh kunderemp saya kira tidak mengarah kepada sahabat rasul seperti yg anda coba interpretasikan. bisa jadi "orang-orang tua" yang dimaksud oleh kunderemp adalah mereka yg menelan mentah-mentah (tanpa ilmu pengetahuan) sesuatu yg diucapkan oleh orang2 atau tokoh2 tertentu yg juga manusia dan tak luput dari kesalahan.

demikian juga dengan kata "takhyul" yg disampaikan oleh kunderemp, saya kira dia sama sekali tidak mengatakan bahwa kehendak Allah sebagai takhyul. yg dianggap takhyul olehnya adalah sikap orang yang suka menduga-menduga, menghubung-hubungkan satu fenomena dengan fenomena lainnya yg tidak didasari pada ilmu pengetahuan. sepemahaman saya: menguasai agama termasuk dalam menguasai ilmu pengetahuan, karena apa yg ada dalam agama adalah juga ilmu pengetahuan.

contoh mudahnya seperti ini. banyak orang yg mencoba-coba menghubungkan antara tsunami aceh dan gempa yogya dengan status kedua daerah itu sebagai daerah istimewa di Indonesia. lalu dugaan semakin meluas dengan tambahan2 mitos tertentu yg kita sama sekali tidak tahu kebenarannya. padahal, sebenarnya kita tidak perlu menerka-nerka seperti itu, cukup yakini itu sebagai musibah dan kehendak Allah dan marilah kita berintrospeksi dan memohon ampun. berintrospeksi sendiri sebenarnya tidak perlu harus menunggu musibah datang, berintrospeksilah setiap saat dan itu akan menjadikan kita lebih "waspada".

kita bisa berintrospeksi dgn mendiskusikan apa yg telah terjadi dari sisi "ilmiah" atau kasat mata (karena pengetahuan kita ttg hal yg gaib jauh lebih terbatas daripada pengetahuan kita ttg hal yang nampak atau ilmiah). contohnya: "kenapa banyak bangunan yg runtuh ketika gempa?" oh ternyata karena konstruksinya begini, begitu, dll. padahal kita tahu bahwa Indonesia adalah daerah yg rawan gempa. dari sisi ini kita bisa sadar bahwa kita ternyata masih belum patuh pada hukum alam (alam patuh kepada perintahNya, maka mematuhi hukum alam berarti mematuhi perintahNya juga). kita juga bisa berintrospeksi dgn memberikan sumbangan dan bantuan sebesar-besarnya kepada mereka yg terkena bencana tanpa pandang bulu. dan banyak hal lain yg bisa kita lakukan daripada hanya sekedar menyambung2kan fenomena2 itu dgn hal2 yg kita tidak tahu secara pasti. hal2 yg gaib, cukuplah kita serahkan urusannya pada Allah, mari kita mohon ampun, mari kita berintrospeksi, dan mari kita bantu sesama yang memerlukan bantuan kita.

xxxxxx lebih menekankan pada pertanian, kekayaan, dan jabatan sebagai hal yang buruk. padahal yang buruk sesungguhnya bukanlah pertanian, kekayaan atau jabatan. yang buruk adalah orang yang berada di belakang itu semua. di jaman rasul, banyak sahabat yg menyumbangkan semua hartanya utk berjuang di jalan Allah, banyak sahabat yg menggunakan jabatannya juga utk berjuang di jalan Allah. Tidak ada yg salah dengan benda mati tersebut, yg salah adalah benda hidupnya (manusia), man behind the gun!

pesan saya, janganlah anda berprasangka buruk dalam menginterpretasikan argumen orang lain yg mungkin tidak sependapat dgn anda atau yg mencoba mengkritisi pendapat anda. cermati secara seksama apa yg ditulis dan dikatakan orang lain tersebut, tanpa emosi dan tanpa prasangka buruk. hidup akan lebih baik dengan prasangka baik dan tanpa emosi! :)

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, kenal kan saya Taufik, mengamati diskusi saudara saudara jadi menarik juga, tapi kalau diteruskan, seperti pepatah lama, menang jadi arang kalah jadi abu, jadi yang terbaik (mungkin..?) hentikan dulu diskusi yang hampir mendekati perdebatan ini.

Kita ummat Islam saat ini menjadi terpecah pecah karena kita selalu berdebat, menghujah, curiag mencurigai.

Mari kita saling ulur tangan, bermaafan, bersilaturrahmi, karena kita ini sesungguhnya saudara, selama dalam dada kita ada kalimat Laa Ilaaha Illallaah kita semua saudara.

Sebagai saudara baiknya kita saling menasehati, mendoakan dan, bermaafan.

Kalau silaturahmi selalu kita buat niscaya ummat islam ini akan berjaya kembali, bersatu.

Insyaa Allah ya bapak bapak.

Assalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

#Taufik:
waalaikumsalam wr.wb. pak Taufik. terimakasih atas nasehatnya. pada diskusi ini saya tidak mendasarkan argumentasi saya pada menang atau kalah. bagi saya, orang boleh saja setuju atau tidak setuju asalkan dia punya argumentasi yang jelas, tidak emosional, tidak berprasangka buruk, tidak menganggap diri sendiri paling benar, dan tidak melihat sesuatu dari sudut pandang yang terlalu sempit dan picik.

Assalaamualaikum Wr Wb,

Iya nich pak Agus, saya mohon maaf ya, terlalu emosi mungkin ya.

Tapi sesungguhnya itulah bentuk kekuatiran saya, terhadap sesama saudara muslim.

Kekuatiran saya karena pekerjaan nya membuat dia lalai mengingat ALLAH.

Kekuatiran saya karena riset nya membuat dia lalai mengingat ALLAH.

Mohon Doa semoga agar kita selalu dalam Rahmat dan Keridhoan ALLAH, AMIEN YA ALLAH.

Assalaamualaikum Wr Wb,

Lantas kalau malapetaka itu benar benar terjadi, Eropa membeku, Indonesia banjir.

Kira kira siapa yang bisa membantu kita, kira-kira teknologi apa yang akan menyelamatkan kita?

#anonym:
waalaikumsalam wr.wb.,
saya juga minta maaf kalau ada kata2 saya yg kurang berkenan di hati anda. terimakasih juga utk nasehat dan peringatannya.

#ichwan:
berdasarkan akal manusia, segala sesuatu ada penyebabnya. membekunya eropa terjadi akibat pemanasan global. pemanasan global sendiri terjadi akibat meningkatnya kadar co2 di atmosfer. meningkatnya co2 di atmosfer terjadi akibat semakin "boros" dan "berlebihannya" manusia dalam beraktivitas, dalam mengeksploitasi alam. dari sini, manusia bisa berintrospeksi diri dan hidup lebih bijaksana.

jika eropa membeku atau indonesia banjir, tentu itu akan mengancam kehidupan dan peradaban manusia. oleh karena itu, banyak ilmuwan yg tengah melakukan penelitian untuk mencari solusi agar hal itu jangan sampai terjadi. mencari energi alternatif yang ramah lingkungan, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, melakukan efisiensi, menjaga kelestarian hutan dan lautan, dll. adalah alternatif yg bisa dan tengah dilakukan oleh banyak negara maju di dunia. protokol kyoto adalah salah satu keperdulian manusia akan masalah lingkungan (pemanasan global) yg tengah terjadi.

di indonesia kita lihat keperdulian akan hal ini masih sangat kecil, suatu yg cukup ironis mengingat mayoritas penduduk indonesia adalah beragama islam. islam jelas mengatakan bahwa manusia adalah wakil Allah (khalifah) di muka bumi. menjaga kelestarian alam (lingkungan) adalah salah satu tanggung jawab manusia dalam kapasitasnya sebagai khalifah tersebut.

jika kita berbicara atau bertindak dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, itu bukan berarti kita tengah membangga-banggakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, tetapi itulah alat atau kemampuan yg kita punyai selain berdoa dan berserah diri kepadaNya. toh Allah juga menyatakan bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa kaum itu mengupayakan utk merubahnya (Quran surat 13 ayat 11).

Assalamualaikum.

Saya tinggal di Kalimantan. Tempatnya hutan2 ditebang. Jujur saja, saya baru pulang dari Jawa untuk menimba Ilmu. Lalu saat saya pulang, dari perjalanan Balikpapan, Samarinda sampai ke Bontang. Hutan mulai gundul dan tak seperti dulu lagi disaat saya masih kecil. Saya kira ditempat saya adalah tempat yang terparah. Tapi di Kalteng, teramat sangat parah. Sedih rasanya. apalagi pelaku ilegal loggingnya di BEBASKAN. Negara apa kita ini?
Saya sangat mengerti dengan perdebatan saudara2 sekalian. Tapi perdebatan yang panjang seperti ini tak akan menyelesaikan masalah. Sadarlah, saya yakin saudara2 sekalian adalah orang2 yang berilmu. Orang2 yang lembut dan berhati bijak.
Saya disini sedang berusaha menanam pohon2 seperti pohon Mangga, Sirsak dan Jambu Air. Memang kayanya sepele. tapi hanya inilah yang dapat saya lakukan. Saya hanya orang yang belum apa2. Pekerjaan belum punya. Saya sarjana ekonomi. Tapi melihat hutan yang begini gundul, sepertinya saya lebih suka memikirkan bagaimana caranya agar bumi kembali normal seperti dulu daripada menghitung duit orang sementara banjir, gempa, tsunami, n angin puting beliung menerpa negara kita. Tolonglah saya. Daripada kita berdebat-debat. Alangkah baiknya mulai menanam pohon bersama saya, tak perlulah harus di Kaltim, ditempat anda sendiri saja saya sudah bersyukur sekali. Semoga Allah selalu memberi kekuatan pada kita hamba-hambanya yang lemah ini. Dan semoga persaudaraan kita sebagai sesama muslim semakin erat dengan adanya global warming ini. Ingat, kita sedang di uji.
Wassalam.

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares