« Home | Mengempit early warning » | Animasi tsunami 17 Juli 2006 » | Gempa di lepas pantai selatan Jawa » | Banjir lumpur hanya dianggap sebagai bencana? » | Banjir lumpur karena kesalahan Lapindo? » | Pemanasan global dan overheating » | Carbon sinks » | Bola, Bir, dan Demam Piala Dunia » | Banjir Lumpur Sidoarjo » | One of the global warming effect » 

Wednesday, July 19, 2006 

Arsip berita Pikiran Rakyat

Berikut ada arsip berita dari koran Pikiran Rakyat, mudah-mudahan bisa jadi bahan pelajaran buat para peneliti dan pakar agar tidak mengambil kesimpulan yang terlalu gegabah, apalagi sampai memastikan. Arsip asli bisa dibuka di sini.

Tsunami tak Akan Terjadi di Jabar Selatan

Tim Ahli Pastikan Pangandaran Aman

CIAMIS, (PR).-
Pantai Selatan Jawa Barat, termasuk Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dipastikan aman dari bencana tsunami. Demikian hasil penelitian tim ahli tsunami yang terdiri dari Dr. Nanang dari ITB, Dr. Terry Sriwana dari Sekolah Tinggi Teknologi Mineral, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandung Dr. Hendry Subakti, Dr. Soewarno ahli geologi kelautan, dan Dewi Kurnia dari Bappeda Jabar, yang diumumkan, Kamis (3/3) di sela-sela hajat laut nelayan Pangandaran, Ciamis.
Menurut juru bicara tim ahli Terry Sriwana, sejak terjadinya tsunami di Aceh, pihaknya berusaha melakukan kajian kemungkinan tsunami terjadi di Pantai Jabar Selatan. Lalu, setelah sebulan tsunami terjadi di Aceh dibentuk tim ahli yang sekaligus untuk melakukan recovery untuk objek wisata daerah pantai. Tim melakukan pertemuan setiap pekan untuk membahas masalah kemungkinan tsunami di Pantai Jabar Selatan. Dari kajian kajian ilmiah dan lainnya, akhirnya menyimpulkan bahwa tidak ada masalah dengan pantai di daerah ini.

Dari hasil kajian atau penelitian yang kita lakukan, akhirnya kami simpulkan bahwa pantai ini, termasuk Pangandaran aman dari tsunami. Karena dengan kondisi laut dalam serta pantai terjal, sehingga energi gelombang yang diakibatkan dari tabrakan lempengan Benua Australia dan Asia, tidak akan sampai ke daerah kawasan pantai ini, jelasnya.Pihaknya juga melakukan simulasi dari kemungkinan skenario terburuk ada bencana gempa tektonik di laut. Hasilnya bahwa kalaupun ada gelombang besar, kemungkinannya hingga ke pantai dengan ketinggian gelombangnya satu meter. Itu kondisi paling buruk, sehingga pantai Jabar Selatan itu relatif aman, dan tenang. Wisatawan tidak perlu takut lagi untuk datang ke Pangandaran, tegasnya.

Penelitian ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena pakar yang tergabung juga benar-benar ahli dan punya dasar keilmuan yang kuat dalam bidangnya. Namun ia menyarankan, untuk kawasan pantai ini mesti dijaga lingkungannya, seperti ditanam bakau atau tanaman yang cocok. Lalu, baiknya di kawasan bibir pantai tidak ada yang berjualan.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara menyambut baik hasil penelitian dari tim ahli yang mengkaji masalah kemungkinan tsunami di daerahnya. Sejak terkena isu tsunami, katanya Pangandaran benar-benar terpukul. Ini jadi momentum yang baik untuk pemulihan, karena hasil dari penelitian pakar Pangandaran dinilai aman.

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar H.M. Ruslan mengemukakan, hasil temuan tim ahli yang menyebutkan bahwa daerah Pangandaran aman, mesti dilanjutkan dengan program recovery yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Ia optimis Pangandaran maupun Palabuhanratu, bisa pulih lagi kalau semua pihak terkait bekerja keras dan satu sama lain yang mendukungnya. (A-97)***

Pelajaran yang bisa dipetik? Jangan mempercayakan keselamatan hanya pada kaum akademisi. Pun kalau gelarnya berderet. Menyelamatkan pariwisata bisa dilakukan tanpa membohongi publik (secara akademik), tetapi bisa dengan memberikan info secara transparan.

Yang bisa menyelamatkan kita cuma ALLAH....

Kalau yang menyangkut prediksi dan sesuatu kemungkinan yang akan dan tidak akan terjadi, definisi transparan menjadi perlu diperdebatkan karena definisi transparan selama ini adalah tidak menutup-nutupi dan tidak membohongi sesuatu yang telah dan sedang terjadi. Kalau yang akan terjadi? Serahkanlah pada ahlinya karena kami sebagai orang yang bukan berkecimpung di bidang itu, tidak punya bahan apa2 untuk membantahnya. Kalau kita selalu skeptis terhadap akademisi, buat apa kita menyekolahkan anak2 kita? Toh di negara paling maju selakipun kerap terjadi deviasi antara prediksi ahli dengan yang kejadian yang muncul

Post a Comment

My Digest

About me

  • I'm agus set
  • From Hamburg, Germany
about me
Google

Powered by Blogger
and Blogger Templates
Listed on BlogShares